kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.668.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.822   -47,00   -0,26%
  • IDX 6.177   4,80   0,08%
  • KOMPAS100 808   -9,54   -1,17%
  • LQ45 609   -7,52   -1,22%
  • ISSI 213   1,66   0,79%
  • IDX30 345   -4,23   -1,21%
  • IDXHIDIV20 421   -5,17   -1,21%
  • IDX80 92   -1,32   -1,42%
  • IDXV30 113   -1,72   -1,50%
  • IDXQ30 110   -1,54   -1,38%

DPR: Kejagung & kepolisian seharusnya koordinasi


Selasa, 17 April 2012 / 19:46 WIB
ILUSTRASI. Suasana pencairan Bantuan Sosial Tunai (BST) di RW02 Kelurahan Bedahan, Depok, Selasa (13/04). KONTAN/Baihaki/13/04/2021


Reporter: Dea Chadiza Syafina | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Priyo Budi Santosa mengaku heran terkait perbedaan putusan yang dikeluarkan oleh pihak kepolisian dan Kejaksaan Agung dalam penetapan status hukum mantan menteri kesehatan, Siti Fadillah Supari yang disinyalir tersangkut kasus korupsi.

Priyo menyebut, kedua lembaga ini seharusnya meningkatkan koordinasi, serta memberikan ketegasan dalam satu bahasa terkait penetapan status Siti Fadillah.
"Ini jelas aneh, terlalu simpang siur untuk ditanggapi. Seharusnya kedua lembaga bisa saling koordinasi. Bukan yang ini yang benar, atau yang itu yang benar," tutur Priyo di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (17/4).

Karena itu, untuk selanjutnya DPR menyerahkan sepenuhnya kasus tersebut kepada pihak kepolisian dan Kejaksaan Agung sesuai dengan mekanisme yang berlaku. "Kami di DPR menyerahkan kepada Kepolisian dan Kejaksaan, lewat mekanisme yang adil sesuai asas prasduga tak bersalah," tukas Priyo.

Dalam penetapan ini, kedua lembaga tersebut berbeda versi. Kejagung menyebut Siti Fadillah sebagai tersangka, sementara Mabes Polri masih menyebut Siti sebagai saksi. Namun tak lama kemudian yaitu pada hari ini (17/4), Mabes Polri meralat pernyataannya dan menyebut status Siti Fadillah telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan tindak korupsi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight promo optimal Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×