kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.911   11,00   0,06%
  • IDX 6.334   -5,54   -0,09%
  • KOMPAS100 835   -3,80   -0,45%
  • LQ45 633   -4,09   -0,64%
  • ISSI 218   -0,18   -0,08%
  • IDX30 356   -2,06   -0,58%
  • IDXHIDIV20 441   -2,49   -0,56%
  • IDX80 95   -0,52   -0,54%
  • IDXV30 119   0,04   0,03%
  • IDXQ30 114   -0,74   -0,65%

DPR harus usut rencana Pertamina caplok Medco


Senin, 22 November 2010 / 18:00 WIB
ILUSTRASI. Bursa Efek Indonesia


Reporter: Adi Wikanto | Editor: Djumyati P.

JAKARTA. Anggota Komisi Energi (VII) DPR, Satya W Yudha meminta DPR mengusut rencana PT Pertamina yang akan mengakuisisi saham PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC). Sebab, aksi korporasi itu akan merugikan industri energi di tanah air. Mengingat, MEDC merupakan perusahaan nasional yang sudah go internasional.

Dari laporan keuangan, MEDC memiliki 12 pengeboran minyak di luar negeri. Antara lain di Amerika lima blok, Yaman dan Kamboja, masing-masing dua blok. Selain itu, di Libya dan Oman masing-masing satu blok, serta pengembangan satu blok di Tunisia. "Mestinya, pemerintah membiarkan Medco berkembang, bukan malah dimatikan," kata Satya, Senin (22/11).

Menurut Satya, bila Pertamina mengakuisisi MEDC, industri energi di Indonesia akan sulit berkembang. Karena, tidak ada lagi perusahaan tambang minyak yang bisa menyaingi Pertamina. Sebab, Pertamina dan Medco memiliki kapasitas yang sama. "Kalau Medco diakuisisi, nanti bakal sulit membuat Medco-Medco baru," ujar Satya.

Makanya, ia berharap, DPR membuat panitia khusus untuk menyelidiki rencana itu. Apalagi, Pertamina merupakan perusahaan negara. Artinya, dana untuk akuisisi tersebut merupakan uang negara. "DPR bertanggungjawab agar penggunaan uang negara itu untuk hal-hal yang benar, bukan mematikan perusahaan yang lain," tandas Satya.

Mestinya, bila Pertamina ingin mengembangkan bisnisnya ke luar negeri, tidak mengakuisisi perusahaan lokal. Namun, membeli perusahaan asing. Sementara, untuk pengembangan dalam negeri, Pertamina harus berani membuka blok-blok eksplorasi di daerah marginal dan berisiko tinggi. "Misalnya di laut dalam atau di Blok Semai," saran Satya.

Sekadar mengingatkan, Pertamina berencana membeli sebagian saham MEDC. Kementerian BUMN sudah memberi penjelasan bahwa Pertamina akan membeli saham MEDC yang dipegang Encore Energy Pte Ltd dengan perkiraan nilai akuisisi Rp 6,5 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×