kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45854,83   -7,61   -0.88%
  • EMAS917.000 -0,11%
  • RD.SAHAM -0.15%
  • RD.CAMPURAN 0.00%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

DPR-ESDM sepakati asumsi ICP 2022, ini kata ekonom soal pengaruhnya ke penerimaan


Minggu, 13 Juni 2021 / 23:05 WIB
DPR-ESDM sepakati asumsi ICP 2022, ini kata ekonom soal pengaruhnya ke penerimaan
ILUSTRASI. Minyak mentah

Reporter: Bidara Pink | Editor: Yudho Winarto

“Bila melihat potensi penambahannya, memang potensi penambahan penerimaan lebih besar daripada potensi penambahan belanja. Hal ini selaras dengan rencana pemerintah yang menargetkan defisit anggaran bisa lebih kecil di tahun depan,” ujar Yusuf kepada Kontan.co.id, Minggu (13/6).

Namun, Yusuf sadar bahwa harga komoditas khususnya minyak masih sangat bergejolak di tahun depan. Terutama dipengaruhi oleh sentimen geopolitik Timur Tengah dan Global.

Baca Juga: Harga minyak WTI gagal bertahan di level US$ 70 per barel, ini penyebabnya

Selain itu, ada risiko permintaan yang juga masih akan bergantung pada pemulihan ekonomi global. Meski, proyeksinya di tahun depan akan lebih positif, tetapi bayang-bayang Covid-19 masih akan mempengaruhi harga minyak.

Akan tetapi, Yusuf masih melihat bahwa tren penguatan ICP masih terbuka lebar. Pasalnya, optimisme pemulihan ekonomi terlihat lebih besar sehingga permintaan terhadap minyak masih akan relatif baik.

Dengan demikian, ia memperkirakan harga minyak akan berada di kisaran US$ 60 hingga US$ 65 per barel.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU
Kontan Academy
Rahasia Banjir Order dari Digital Marketing Sukses Berkomunikasi: Mempengaruhi Orang Lain Batch 3

[X]
×