kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.859.000   40.000   1,42%
  • USD/IDR 17.535   104,00   0,60%
  • IDX 6.859   -46,72   -0,68%
  • KOMPAS100 916   0,38   0,04%
  • LQ45 670   1,21   0,18%
  • ISSI 248   -2,34   -0,93%
  • IDX30 377   0,90   0,24%
  • IDXHIDIV20 461   -0,72   -0,16%
  • IDX80 104   0,22   0,22%
  • IDXV30 132   0,58   0,44%
  • IDXQ30 120   -0,91   -0,75%

Dorong kemitraan strategis, Jokowi harap UMKM masuk rantai pasok global


Senin, 18 Januari 2021 / 10:55 WIB
ILUSTRASI. Presiden Joko Widodo


Reporter: Abdul Basith Bardan | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendorong kemitraan strategis antara perusahaan besar dengan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Jokowi menyebut bahwa hal tersebut telah diatur dalam Undang-Undang nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja. Kemitraan strategis diharapkan dapat mengembangkan prinsip saling menguntungkan dan meningkatkan daya saing global.

"Agar UMKM, UKM kita bisa masuk dalam rantai produksi global, global value chain," ujar Jokowi usai menyaksikan penandatanganan kerja sama Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dengan UMKM, Senin (18/1).

Masuknya UMKM dalam rantai pasok global akan mendorong pengembangan UMKM nasional. Sehingga nantinya UMKM dapat naik kelas menjadi usaha yang lebih besar.

Baca Juga: Pemerintah tempatkan dana Rp 66,99 triliun di perbankan untuk kredit UMKM

Selain itu kemitraan juga akan mendorong persaingan antar UMKM. Hal itu akan membantu pengembangan kualitas produk UMKM ke depan.

Tidak hanya perbaikan produk, pengembangan usaha juga akan mengembangkan tata kelola UMKM. Sehingga UMKM dapat juga mengembangkan modal.

"Kualitas produknya menjadi lebih baik, desain menjadi lebih baik, manajemennya lebih baik dan lebih bankable, karena bisa belajar dari perusahaan-perusahaan besar baik perusahaan besar dalam negeri maupun asing," terang Jokowi.

Diharapkan kerja sama pengusaha besar dan UMKM dapat berkelanjutan. Hal tersebut juga dibarengi dengan peningkatan nilai kontrak kerja sama.

"Kalau sekarang kontraknya baru 1 miliar, tahun depannya bisa 5 miliar, tahun depannya lagi 10 miliar, tahun depannya lagi 100 miliar itu yang kita inginkan," jelas Jokowi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×