kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.565.000   8.000   0,31%
  • USD/IDR 18.155   62,00   0,34%
  • IDX 4.930   -99,86   -1,99%
  • KOMPAS100 634   -13,85   -2,14%
  • LQ45 505   -8,77   -1,71%
  • ISSI 162   -3,81   -2,30%
  • IDX30 285   -4,34   -1,50%
  • IDXHIDIV20 385   -4,37   -1,12%
  • IDX80 73   -1,49   -2,00%
  • IDXV30 107   -1,39   -1,29%
  • IDXQ30 96   -1,36   -1,39%

Djoko: Polisi tidak mbalelo


Senin, 15 Oktober 2012 / 21:29 WIB
ILUSTRASI. Fasilitas pengolahan emas Archi Indonesia (ARCI).


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Djumyati P.

JAKARTA. Menteri koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Djoko Suyanto menegaskan tidak ada istilah mbalelo untuk Polisi. Menyusul langkah polisi yang terus melakukan pengusutan terhadap kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan Kompol Novel Baswedan yang kebetulan kini selaku penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). 

"Tidak ada, Tidak ada jangan sampai ada pengertian yang keliru seakan polisi mbalelo," tegasnya, Senin (15/10).

Djoko kembali menjabarkan bahwa instruksi Presiden dalam pidatonya Senin (8/10) menyebutkan waktu dan momentum penyidikan kasus yang disangkakan ke Kompol Novel tidak tepat. "Mereka kan yang sedang mengurus. Jadi biarkan diurus, tinggal nanti dalam prosesnya diawasi bersama apakah prosesnya sudah sesuai dengan harapan kita," ujarnya.

Oleh sebab itu, Djoko menghormati proses penyidikan yang kini terus ditempuh polisi. Termasuk penetapan tersangka baru dalam kasus Novel yakni AKP Yuri Siahaan. 

"Kalau proses hukum siapa saja harus sama. Kalau tidak salah, teman-teman di KPK kan juga menghormati proses hukum. Siapa saja harus mematuhi," katanya.

Sebelumnya, Jumat (5/10), pekan lalu petugas dari Ditreskrimum Polda Bengkulu berusaha menjemput paksa penyidik KPK yang merupakan anggota Polri, Kompol Novel Baswedan. Polda Bengkulu menetapkan Novel sebagai tersangka dalam kasus penembakan 6 pencuri walet pada tahun 2004. Kasus penembakan yang terjadi 8 tahun lalu itu berlangsung di pantai panjang Bengkulu. Kasus ini juga melibatkan penyidik KPK lainnya, Yuri Siahaan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
11.11
Kontan Academy
[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership Mitigasi Risiko SP2DK dan Pemeriksaan Pajak

[X]
×