kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.540.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.097   17,00   0,09%
  • IDX 5.439   51,35   0,95%
  • KOMPAS100 703   6,01   0,86%
  • LQ45 547   2,49   0,46%
  • ISSI 186   3,05   1,66%
  • IDX30 306   1,13   0,37%
  • IDXHIDIV20 403   3,67   0,92%
  • IDX80 81   0,56   0,70%
  • IDXV30 112   1,52   1,37%
  • IDXQ30 102   0,58   0,58%

Divonis 8 tahun, Anas Urbaningrum pikir-pikir


Rabu, 24 September 2014 / 18:57 WIB
ILUSTRASI. KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) Bupati Kepulauan Meranti, Riau, Muhammad Adil pada Kamis malam (6/4).


Reporter: Adinda Ade Mustami | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum mengaku menghormati putusan yang dijatuhkan Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta dalam kasusnya.

Kendati demikian, Anas merasa dirinya tidak adil terkait putusan yang dijatuhkan kepadanya lantaran putusan tersebut tidak berdasarkan fakta persidangan yang lengkap dan bisa dipertanggungjawabkan. Anas mengaku akan menggunakan waktu pikir-pikir selama tujuh hari untuk menentukan langkah selanjutnya apakah akan mengajukan banding atau tidak.

"Tentu saya harus berbicara berdiskusi terutama dengan keluarga. Karena itu mohon diizinkan waktu konsultasi, waktu berbicara, waktu istikharah sampai seminggu ini," kata Anas dalam persidangan pembacaan amar putusan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (24/9).

Ketua Tim Kuasa Hukum Anas, Adnan Buyung Nasution sendiri sependapat dengan kliennya untuk pikir-pikir. Hal senada disampaikan Ketua Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Yudi Kristiana yang menyatakan akan pikir-pikir.

"Kami menyatakan pikir-pikir," kata Jaksa Yudi.

Anas divonis delapan tahun penjara dan denda Rp 300 juta subsidair tiga bulan kurungan. Anas juga dijatuhi hukuman pembayaran kerugian negara sebesar Rp 57,59 miliar dan US$ 5,26 juta.

Anas terbukti menerima janji berupa uang dari berbagai proyek yang dibiayai pemerintah termasuk proyek Hambalang. Selain itu, Anas juga terbukti menerima fasilitas berupa Harrier, Vellfire, dan fasilitas survei dari PT Lingkaran Survei Indonesia (LSI). Anas juga terbukti melakukan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) melalui pembelian lahan dan bangunan di Jalan Teluk Semangka dan di Jalan Selat Makassar, Duren Sawit, Jakarta Timur, serta dua bidang tanah dan lahan di Jalan DI Panjaitan, Yogyakarta.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×