kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.740.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

Dino dikabarkan jadi Kepala BKPM, Ini kata Hatta


Selasa, 03 September 2013 / 13:43 WIB
ILUSTRASI. Pilihan Mudik 2022 Gratis: Kemenhub, Jasa Raharja, Pemprov Jateng, Kimia Farma


Reporter: Dyah Megasari

JAKARTA. Nama Duta Besar RI untuk Amerika Serikat Dino Patti Djalal cukup santer disebut sebagai calon terkuat Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) yang baru.

Apakah ini nama tunggal yang sudah masuk ke tangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono? Menteri Perekonomian Hatta Rajasa masih enggan berkomentar soal pencalonan Dino sebagai Kepala BKPM yang baru.

Sebab, saat ini jabatan tersebut masih dirangkap oleh Menteri Keuangan saat ini, Chatib Basri. "Saya belum berani mengatakan apa-apa sebelum Presiden mengumumkan," kata Hatta saat ditemui di kantornya, Jakarta, Selasa (3/9/2013).

Kendati demikian, Hatta mengaku memang sedang mempertimbangkan 1-2 orang untuk menjadi Kepala BKPM yang baru. Orang-orang ini merupakan orang terbaik yang dimiliki Indonesia.

Hatta juga menambahkan, Dino Patti ini memiliki kemampuan baik secara nasional maupun internasional. Apalagi sebelumnya juga pernah menjadi staf khusus Presiden dan saat ini menjabat sebagai Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat.

"Dia sudah sangat mengerti, berpengalaman, kalau saya tidak mau mendahului. Kalau dia, orang yang memiliki kemampuan untuk itu," tambahnya.

Hatta berharap Kepala BKPM yang baru ini mampu menangani Peningkatan Ekspor dan Peningkatan Investasi (PEPI). Dalam konteks ini, BKPM harus mampu menarik investasi baik domestik maupun asing.

Oleh karena itu, hanya orang yang berpotensi saja yang bisa menawarkan potensi Indonesia di mata asing. Apalagi Indonesia memiliki Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi.

"Itu yang kita tawarkan dan dijual. Itu tinggal dibuka saja," tambahnya. Kedua, Kepala BKPM harus mampu mengembangkan jaringan Indonesia ke asing. Ketiga. Kepala BKPM harus mampu meningkatkan investasi dan mensubstitusi impor. (Didik Purwanto/Kompas.com)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×