Reporter: Herlina KD | Editor: Asnil Amri
JAKARTA. Indeks konsumen di Indonesia ternyata tak bergeming, walaupun digempur oleh perlambatan ekonomi dunia. Yang terjadi justru sebaliknya, indeks konsumen di Indonesia justru naik saat indeks konsumen di belahan dunia lain terkerek turun.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, indeks tendensi konsumen (ITK) kuartal III 2012 mencapai 111,12, atau naik ketimbang kuartal II 2012 yang sebesarĀ 108,77. Kepala BPS Suryamin menjelaskan, membaiknya kondisi konsumen terjadi karena kenaikan pendapatan rumah tangga, dan rendahnya pengaruh inflasi terhadap konsumsi makanan.
"Telah rerjadi peningkatan konsumsi beberapa komoditas makanan (daging, ikan, susu dan buah) dan bukan makanan (pakaian, perumahan, pendidikan, transportasi, kesehatan dan rekreasi)," katanya Senin (5/11).
Secara nasional, kata Suryamin, perbaikan kondisi ekonomi nasional terjadi karena adanya peningkatan kondisi ekonomi konsumen di 33 provinsi, dimana 17 provinsi diantaranya (51,52%) memiliki nilai indeks di atas rata-rata nasional.
Berdasarkan catatan BPS, provinsi yang memiliki nilai ITK tertinggi adalah Kalimantan Timur dengan ITK 115,23. Sedangkan provinsi dengan ITK terendah adalah Nusa Tenggara Timur dengan ITK 107,11.
Untuk proyeksi pada kuartal IV 2012, BPS meramalkan, tingkat optimisme konsumen berpotensi turun ketimbang kuartal III 2012. BPS memperkirakan, nilai ITK kuartal IV 2012 hanya mencapai 109,28.
Meski begitu, perbaikan ITK bisa terjadi di beberapa provinsi, bahkan 12 provinsi atau sekitar 36,36% memiliki ITK di atas rata-rata nasional. "Provinsi yang memiliki perkiraan nilai ITK tertinggi adalah Bali (114,85) dan yang terendah di Aceh dengan ITK 105,42," jelas Suryamin.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News