CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.604.000   4.000   0,15%
  • USD/IDR 17.627   61,00   0,35%
  • IDX 6.541   -47,96   -0,73%
  • KOMPAS100 858   -8,05   -0,93%
  • LQ45 650   -6,26   -0,95%
  • ISSI 227   -3,10   -1,35%
  • IDX30 361   -3,60   -0,99%
  • IDXHIDIV20 450   -2,93   -0,65%
  • IDX80 98   -0,98   -0,99%
  • IDXV30 125   -0,95   -0,75%
  • IDXQ30 116   -1,19   -1,02%

Dieng waspada, awas gas beracun!


Selasa, 12 Maret 2013 / 08:14 WIB
ILUSTRASI. Virus Corona bertahan di permukaan benda selama sembilan hari.


Reporter: Dyah Megasari

JAKARTA. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi menaikkan status Gunung Dieng dari Normal menjadi Waspada. Masyarakat diminta tidak berada dalam radius 500 meter dari Kawah Timbang di Dieng karena adanya bahaya gas beracun.

"Hasil pemantauan secara visual dan konsentrasi gas CO2 di Kawah Timbang Gunung Dieng menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik," kata Kepala PVMBG Surono melalui surat elektronik, Selasa (12/3) dini hari.

"Hingga pukul 17.05 WIB sore tadi, aliran gas masih terjadi dengan jarak aliran gas mencapai lebih dari 200 m. Maka, terhitung Senin, (11/3/2013) pukul 21.30 WIB, status Dieng dinaikkan dari Normal (Level I) menjadi Waspada (Level II)," lanjut Surono.

Menurutnya, pengukuran pada 10 Maret 2013 pukul 05.30 WIB nilai konsentrasi gas CO2 Kawah Timbang menunjukkan angka 0,71% volume. Nilai konsentrasi gas CO2 Kawah Timbang ini sudah melampaui ambang batas aman bagi kesehatan. Batas aman adalah di bawah 0,5% volume.

Masyarakat juga diminta agar waspada jika melakukan penggalian tanah di sekitar Kawah Timbang dengan kedalaman lebih dari satu meter karena dari tempat tersebut dapat berpotensi bahaya gas CO/CO2.  (Kompas.com)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×