kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.673.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.892   34,00   0,19%
  • IDX 6.101   -15,36   -0,25%
  • KOMPAS100 796   1,04   0,13%
  • LQ45 598   -0,77   -0,13%
  • ISSI 212   -1,29   -0,61%
  • IDX30 338   -0,72   -0,21%
  • IDXHIDIV20 413   -2,81   -0,68%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 111   -0,72   -0,65%
  • IDXQ30 108   -0,25   -0,23%

Di Mamuju, perokok tidak berhak mendapatkan BPJS


Kamis, 09 Januari 2014 / 10:21 WIB
ILUSTRASI. Rambut kemaluan ternyata memiliki fungsi dan kegunaan yang tak banyak diketahui orang dan berguna untuk menjaga area organ intim.


Sumber: Kompas.com | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Kepesertaan Jaminan Kesehatan dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) tidak akan diberitakan kepada warga yang merupakan perokok. Instruksi itu dikeluarkan Bupati Mamuju Tengah, Sulawesi Barat Junda Maulana kepada seluruh kepala desa di bawahnya.

Junda, Kamis (9/1/2013), beralasan, para perokok setiap harinya menghabiskan minimal sebungkus rokok termurah seharga Rp 8.000 atau Rp 240.000 per bulan.

Dengan pengeluaran itu, sebetulnya para perokok tergolong orang mampu untuk membayar premi asuransi yang hanya senilai Rp 9.000 per bulan. Sementara, premi tersebut ditanggung pemerintah untuk warga yang tergolong miskin.

Junda lalu memerintahkan para kepala desa itu untuk tidak memasukkan warga yang perokok ke dalam daftar penerima layanan kesehatan gratis bagi keluarga miskin, kecuali untuk anak dan istri mereka.

Junda berharap tidak ada lagi warga yang mendompleng jaminan kesehatan gratis. (Junaedi)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×