kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.610.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 18.008   -24,00   -0,13%
  • IDX 6.234   -1,63   -0,03%
  • KOMPAS100 818   1,65   0,20%
  • LQ45 624   2,69   0,43%
  • ISSI 216   0,62   0,29%
  • IDX30 350   0,23   0,07%
  • IDXHIDIV20 430   0,32   0,08%
  • IDX80 94   0,31   0,33%
  • IDXV30 119   1,05   0,89%
  • IDXQ30 112   0,22   0,20%

BPJS tidak layak disebut program "SBY Care"


Senin, 06 Januari 2014 / 15:40 WIB
ILUSTRASI. July 30, 2022 Arsenal's Gabriel Jesus celebrates scoring their fifth goal with Gabriel Martinelli to complete his hat-trick. Action Images via Reuters/Paul Childs 


Reporter: Ferry Hidayat | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Anggota Komisi IX DPR dari Fraksi PKS, Indra merasa keberatan dengan program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) yang diklaim sebagai program SBY Care.

"Sangat tidak layak dan tidak beralasan program pelayanan kesehatan bagi seluruh rakyat Indonesia melalui BPJS diklaim Dan disebut sebagai 'SBY Care'," kata Indra dalam pesan tertulisnya kepada KONTAN, Senin (6/1/2014).

Indra mengingatkan, agar program BPJS ini jangan dipolitisir dan dimanfaatkan oleh pemerintah. Dia juga menyindir jika inisiatif adanya program tersebut datang dari DPR, bukan pemerintah.

"UU No. 24/2011 tentang BPJS bukanlah RUU inisiatif Presiden, tapi justru UU BPJS merupakan RUU inisiatif DPR," tandasnya.

Sebelum disahkan menjadi UU, lanjut Indra, pemerintah justru menghendaki pembahasan RUU BPJS dibahas sekitar 10-15 tahun. Justru, karena desakan DPR pembahasan RUU tersebut akhirnya dipercepat menjadi dua tahun.

"Jadi lucu jika BPJS disebut 'SBY Care', banyak materi pembahasan pemerintah yang tidak menampakan 'care' (kepedulian) dari pemerintah. Dengan catatan itu jelas tidak layak BPJS disebut 'SBY Care'," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×