kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.610.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 18.008   -24,00   -0,13%
  • IDX 6.234   -1,63   -0,03%
  • KOMPAS100 818   1,65   0,20%
  • LQ45 624   2,69   0,43%
  • ISSI 216   0,62   0,29%
  • IDX30 350   0,23   0,07%
  • IDXHIDIV20 430   0,32   0,08%
  • IDX80 94   0,31   0,33%
  • IDXV30 119   1,05   0,89%
  • IDXQ30 112   0,22   0,20%

Di Hari Guru, presiden kalah populer dari Jokowi


Rabu, 27 November 2013 / 17:17 WIB
ILUSTRASI. Gedung kantor pusat BRI di kawasan Semanggi, Jakarta.


Sumber: Kompas.co | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kalah populer dari Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi). Setidaknya hal ini terlihat ketika keduanya hadir pada Peringatan Hari Guru Nasional 2013 dan HUT Ke-68 PGRI yang digelar di Istora, Senayan, Jakarta, Rabu (27/11/2013).

Semua bermula saat Presiden SBY yang didampingi oleh Ibu Negara Ani Yudhoyono tiba di lokasi acara. Ribuan guru yang telah lama menunggu hanya memberikan sambutan datar saat melihat keduanya tiba di lokasi. Wajah Presiden dan Ibu Negara disorot kamera dan diproyeksikan ke kedua layar besar di dua sisi panggung utama.

Seusai menyanyikan lagu kebangsaan "Indonesia Raya", wajah Jokowi muncul di kedua layar tersebut. Melihat wajah Jokowi, ribuan guru langsung bersorak dan bertepuk tangan. Suasana Istora yang semula tenang menjadi riuh selama beberapa saat.

Setelah sempat mereda, keriuhan di dalam Istora kembali muncul saat Ketua Umum Pengurus Besar PGRI Sulistiyo menyebut sejumlah tokoh nasional yang hadir di peringatan Hari Guru 2013 dan HUT Ke-68 PGRI. Nama yang pertama disebut adalah Presiden dan Ibu Negara serta jajaran anggota Kabinet Indonesia Bersatu II.

Namun secara tiba-tiba, suasana berubah menjadi riuh saat Sulistiyo menyebut nama Jokowi. Sambutan yang meriah pun membahana di Istora. Dari dua layar raksasa yang ada di lokasi, tampak wajah Jokowi sangat datar seakan tak menggubris peristiwa alamiah yang baru saja terjadi.

Peringatan Hari Guru Nasional 2013 mengambil tema "Mewujudkan Guru yang Kreatif dan Inspiratif dengan Menegakkan Kode Etik untuk Penguatan Kurikulum 2013". Tema ini diambil bersamaan dengan implementasi kurikulum 2013 secara bertahap. (Indra Akuntono)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×