kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.920   11,00   0,06%
  • IDX 5.951   25,22   0,43%
  • KOMPAS100 771   5,57   0,73%
  • LQ45 595   5,37   0,91%
  • ISSI 206   0,62   0,30%
  • IDX30 331   2,71   0,83%
  • IDXHIDIV20 425   3,04   0,72%
  • IDX80 88   0,67   0,76%
  • IDXV30 117   0,92   0,79%
  • IDXQ30 108   0,72   0,66%

Di Hadapan Investor Asing di Thailand, Suahasil Tegaskan Kredibilitas Fiskal RI


Rabu, 14 Oktober 2026 / 14:06 WIB
Di Hadapan Investor Asing di Thailand, Suahasil Tegaskan Kredibilitas Fiskal RI
ILUSTRASI. Menteri Keuangan Suahasil Nazara (KONTAN/Nurtiandriyani Simamora)


Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Menteri Keuangan Suahasil Nazara menegaskan komitmen pemerintah menjaga kredibilitas fiskal dan stabilitas makroekonomi Indonesia di hadapan investor asing dalam agenda Investor Meeting yang digelar Deutsche Bank di Thailand, Selasa (13/10/2026).

Dalam Investor Meeting Kemenkeu with Bank Indonesia & Danantara tersebut, Suahasil menyampaikan bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap mendukung kepercayaan investor. Hal ini ditopang oleh kredibilitas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), stabilitas makroekonomi, serta penguatan koordinasi kebijakan fiskal dan moneter.

"Kebijakan fiskal harus mampu merespons berbagai tekanan, baik dari geopolitik, perdagangan, volatilitas pasar, maupun harga domestik, tanpa menggerus penyangga fiskal untuk masa depan," jelas Suahasil dalam keterangan resmi, Rabu (14/10/2026).

Baca Juga: Kejar Ratifikasi IEU-CEPA, Pemerintah Tunggu Pembahasan dengan DPR pada November 2026

Pemerintah juga berkomitmen mempertahankan defisit APBN di bawah 3% terhadap produk domestik bruto (PDB), dengan tetap memperhatikan kebutuhan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan melindungi masyarakat.

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, Suahasil menyebut pemerintah berkomitmen menjaga keberlanjutan fiskal sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi melalui investasi produktif.

Dari sisi makroekonomi, Suahasil menjelaskan bahwa sejumlah indikator menunjukkan aktivitas ekonomi domestik masih terjaga. Inflasi Indonesia tercatat sebesar 3,3% pada akhir September 2026, sedangkan indeks manufaktur atau Purchasing Managers' Index (PMI) kembali berada di zona ekspansi pada level 52,4 pada September 2026.

Selain itu, neraca perdagangan Indonesia kembali mencatatkan surplus, yang mencerminkan perkembangan positif pada sektor eksternal Indonesia.

Capaian tersebut perlu terus dijaga melalui koordinasi kebijakan yang konsisten dan responsif terhadap perubahan kondisi global.

Meski demikian, pemerintah tetap mencermati risiko, antara lain fragmentasi perdagangan dunia, volatilitas harga komoditas, dan tingginya suku bunga global, yang dapat memengaruhi perekonomian domestik. 

Suahasil menegaskan, pemerintah akan terus menjaga kredibilitas pengelolaan ekonomi melalui kebijakan fiskal yang disiplin, terukur, dan adaptif terhadap berbagai risiko.

Lebih lanjut, pemerintah menempatkan investasi sebagai salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi ke depan. Dalam APBN 2027, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 6%, dengan investasi diharapkan tumbuh setidaknya 7%.

Untuk mencapai target tersebut, pemerintah mendorong sinergi kebijakan fiskal, peran Danantara dalam investasi strategis, serta partisipasi sektor swasta.

Baca Juga: Dirut Agrinas Sebut 159 Manager Kopdes Mengundurkan Diri

Bangun Kepercayaan Investor Jangka Panjang

Sementara itu, Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Suminto mengatakan, pemerintah tidak sekadar berupaya menarik investasi masuk ke Indonesia.

Pemerintah juga ingin membangun kepercayaan investor yang berkelanjutan dalam jangka panjang.

Menurut Suminto, terdapat sejumlah langkah yang terus dilakukan pemerintah untuk menjaga kepercayaan investor.

Pertama, memperkuat kredibilitas, kinerja, dan stabilitas perekonomian, baik dari sisi fiskal, moneter, maupun sektor keuangan. Pemerintah juga secara berkala mengomunikasikan kredibilitas dan kinerja perekonomian serta arah kebijakan secara terpadu kepada pelaku pasar dan investor.

Kedua, pemerintah menjaga disiplin dan integritas pasar untuk membangun pasar keuangan yang lebih dalam, aktif, dan likuid.

Ketiga, pemerintah terus mendorong pendalaman pasar keuangan, terutama melalui penguatan peran investor institusional dan ritel domestik.

Langkah ini diharapkan membuat pasar keuangan Indonesia tidak hanya lebih aktif dan likuid, tetapi juga lebih tangguh menghadapi dinamika pasar keuangan global.

Melalui pengelolaan APBN yang kredibel, fundamental makroekonomi yang terjaga, serta penguatan ekosistem investasi, pemerintah berharap dapat memperluas partisipasi investor dalam pembangunan ekonomi Indonesia.

Pemerintah berkomitmen menjaga konsistensi kebijakan dan keberlanjutan fiskal sekaligus menciptakan peluang investasi yang mampu menopang pertumbuhan ekonomi dalam jangka panjang.

Baca Juga: Muncul Wacana Pembagian HP Gratis, Wamenko Perekonomian: Nanti Akan Kita Bahas

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN10.10
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×