kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.913   43,00   0,24%
  • IDX 5.643   -177,60   -3,05%
  • KOMPAS100 728   -24,24   -3,22%
  • LQ45 553   -19,90   -3,47%
  • ISSI 197   -4,65   -2,31%
  • IDX30 314   -10,96   -3,37%
  • IDXHIDIV20 389   -11,74   -2,93%
  • IDX80 83   -2,75   -3,22%
  • IDXV30 107   -1,77   -1,63%
  • IDXQ30 102   -3,08   -2,93%

Di depan pekerja konstruksi, Jokowi tekankan keselamatan


Rabu, 31 Oktober 2018 / 13:30 WIB
Presiden Jokowi


Reporter: Sinar Putri S.Utami | Editor: Narita Indrastiti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Joko Widodo menekankan keamanan dalam melakukan proses pembangunan konstruksi. Sehingga tidak ada lagi kasus-kasus bangunan yang roboh dan kecelakaan kerja yang fatal.

Hal itu ia sampaikan di depan para pekerja konstruksi bersertifikat dalam acara pembukaan Indonesia Infrastructure Week di Jiexpo Kemayoran. Secara keseluruhan, Jokowi setidaknya menyampaikan lima hal yang harus diperhatikan.

Pertama kemanan pekerja, kedua keamanan pengguna. Menurut dia, kedua hal ini harus dinomorsatukan. "Jangan sampai ada kasus bangunan roboh dan kecelakaan kerja yang fatal. Kehati-hatian itu penting terutama di daerah yang rawan bencana alam seperti gempa dan banjir," kata Jokowi, Rabu (31/10).

Ketiga, soal lingkungan hidup. Jokowi mewanti-wanti jangan sampai infrastruktur yang dibangun tidak ramah lingkungan. Serta memenuhi prinsip-prinsip keselamatan lingkungaan.

"Terkait lingkungan sosial juga harus diingat karena pembangunan membawa pergeseran sosial dan ekonomi masyarakat. Setiap pembanguan harus semakin memperkuat fondasi ekonomi dan sosial masyarakat yang baik bukan sebaliknya," tegas Jokowi.

Keempat, harus memperhatikan perkembangan dan kemajuan teknologi. Apalagi, saar ini dunia sudah memasuki revolusi industri 4.0. Terkahir, Presiden menyoroti soal pembiayaan infrastruktur.

Soal ini, Presiden bilang, pemerintah harus kreatif dalam mendapatkan dana untuk infrastruktur karena tidak melulu terus mengandalkan APBN. Sehingga, pemerintah saat ini membuka kerjasama kepada swasta, badan usaha, bahkan juga ada PINA (pembiayaan infrastruktur non APBN).

"Saya tekankan daerah-daerah dengan IRR-nya rendah biarkan pemerintah yang ambil. Kalau IRR-nya sedang mugnkin swasta dan bumn, dan IRR-nya baik silakan swasta masuk, jadi tidak tergantung terus ABPN karena IRR rendah swasta memang biasanya tidak mau masuk," jelas Kepala Negara.

Pasalnya, saat in pembangunan infrastruktur adalah pekerjaan besar untuk menuju Indonesia yang maju. Presiden mengaku, efek dari hal in tidak bisa dirasakan dengan instan tapi dalam jangka panjang dan menengah.

"Pembangan infrastruktur ini juga pekerjaan dalam rangka persatukan bangsa, membangun konektivitas antar pulau, provinsi, kabupaten dan membuka kesempatan kerja yang luas bagi pelaku industri konstruksi tapi sekali lagi ada tanggung jawab berat bagi kita bersama," tutup dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×