kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.564.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 18.002   -55,00   -0,30%
  • IDX 5.279   282,28   5,65%
  • KOMPAS100 680   48,89   7,75%
  • LQ45 530   41,89   8,58%
  • ISSI 180   7,15   4,15%
  • IDX30 298   24,37   8,92%
  • IDXHIDIV20 389   32,13   9,00%
  • IDX80 78   5,77   7,97%
  • IDXV30 108   7,16   7,11%
  • IDXQ30 98   8,45   9,41%

DEN Sebut Siswa Kaya Masih Lebih Banyak Terima MBG Ketimbang Siswa Miskin


Selasa, 20 Oktober 2026 / 21:16 WIB
DEN Sebut Siswa Kaya Masih Lebih Banyak Terima MBG Ketimbang Siswa Miskin
ILUSTRASI. Penerima manfaat MBG dalam dua tahun pemerintahan Prabowo (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dewan Ekonomi Nasional (DEN) menyoroti distribusi penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai belum sepenuhnya menyasar kelompok siswa paling membutuhkan. 

Anggota DEN Firman Hidayat menyebut piihaknya telah melakukan survei dan menemukan bahwa penerima MBG masih lebih banyak berasal dari kelompok siswa kaya dibandingkan siswa miskin.

“Sebaran distribusi penerima MBG itu masih terkonsentrasi lebih tinggi di perkotaan dibandingkan dengan perdesaan dan masih banyak lebih banyak siswa kaya yang menerima dibandingkan siswa miskin,” ujar Anggota DEN Firman Hidayat dalam konferensi pers di Istana Merdeka, Selasa (20/10/2026).

Firman mengatakan, DEN telah menyampaikan hasil kajian mengenai dampak MBG kepada Presiden Prabowo Subianto. 

Meski begitu, DEN juga mengklaim program MBG turut berdampak positif tehadap peningkatan semangat belajar siswa di sekolah.  

Baca Juga: Dua Tahun Prabowo-Gibran, Pengamat Soroti Evaluasi MBG hingga Daya Beli

Menurut Firman, hasil kajian menunjukkan bahwa siswa penerima MBG cenderung lebih jarang absen dibandingkan siswa yang tidak menerima program tersebut. 

"Jadi terlepas dari segala kekurangan yang dialami dalam program ini. Kami lita absensi siswa peenrima MBG itu jarang absen dibandingkan degan non penerima MBG," ungkap Firman. 

Namun, manfaat program terhadap semangat belajar turut dipengaruhi kualitas makanan yang disediakan. Firman menyebut, sebanyak 95% siswa penerima MBG yang menilai kualitas menu sangat baik mengatakan semangat belajar mereka meningkat.

Baca Juga: BGN Targetkan Uji Coba Prasmanan MBG Menjangkau 5.000 SPPG hingga Akhir 2026

Sebaliknya, ketika kualitas menu dinilai buruk, tingkat peningkatan semangat belajar siswa turun tajam. Karena itu, DEN meminta pemerintah tidak hanya memperluas jangkauan program, tetapi juga memastikan kualitas makanan yang diberikan kepada siswa.

Firman menambahkan, hasil kajian tersebut juga memperlihatkan bahwa MBG dapat membantu mengurangi rasa lapar siswa selama berada di sekolah. 

Dengan demikian, perbaikan kualitas menu dan ketepatan penerima menjadi dua hal yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan program.

Baca Juga: Realisasi Anggaran MBG Tembus Rp 153,19 Triliun hingga September 2026

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×