kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Demokrat minta KPK tak beropini sol Anas dan Andi


Kamis, 18 Oktober 2012 / 17:43 WIB
ILUSTRASI. Di tengah kenaikan IHSG, asing banyak menjual saham-saham ini kemarin


Reporter: Dea Chadiza Syafina | Editor: Edy Can

JAKARTA. Partai Demokrat minta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak beropini soal keterlibatan kadernya dalam kasus korupsi. Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Ramadhan Pohan mengatakan, institusi penegak hukum itu harusnya bertindak sesuai dengan hukum yang berlaku.

"Penegakan hukum itu bukan dengan opini, bukan wacana, tapi fakta pengadilan. Silakan dibuktikan," ungkap Ramadhan di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (18/10).

Ucapan Ramadhan terkait kabar keterlibatan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum dan Menteri Pemuda dan Olahraga sekaligus Sekretaris Dewan Pembina Partai Demokrat Andi Malarangeng. Sejauh ini, KPK belum menentukan status keduanya. Berdasarkan catatan KONTAN, keterlibatan kedua kader Demokrat itu justru disampaikan mantan Bendahara Umum Demokrat Muhammad Nazaruddin.

Demokrat berjanji menindak anggotanya yang telah menjadi tersangka termasuk Anas dan Andi. "Di Demokrat sederhana. Ada dua alat bukti, maka selesai. Siapapun dia," tegasnya.

Ramadhan menilai, ada pihak yang menunggangi isu keterlibatan kader Partai Demokrat itu. Karena itu, dia meminta pelakunya segera bertobat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×