CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.604.000   4.000   0,15%
  • USD/IDR 17.627   61,00   0,35%
  • IDX 6.541   -47,96   -0,73%
  • KOMPAS100 858   -8,05   -0,93%
  • LQ45 650   -6,26   -0,95%
  • ISSI 227   -3,10   -1,35%
  • IDX30 361   -3,60   -0,99%
  • IDXHIDIV20 450   -2,93   -0,65%
  • IDX80 98   -0,98   -0,99%
  • IDXV30 125   -0,95   -0,75%
  • IDXQ30 116   -1,19   -1,02%

Demokrat: Kami yang paling rugi jika BBM naik


Kamis, 18 April 2013 / 13:59 WIB
ILUSTRASI. Ini persyaratan peserta tes SKB CPNS 2021 tahap 1 dan cara cetak kartu ujiannya. Surya/Ahmad Zaimul Haq


Reporter: Adhitya Himawan

JAKARTA. Ketua Fraksi Partai Demokrat Nurhayati Assegaf menyatakan Partai Demokrat sebenarnya tidak ingin BBM bersubsidi dinaikkan. Demokrat akan menjadi pihak yang paling dirugikan dengan kenaikan BBM ini.

"Yang paling terkena dampaknya adalah Demokrat. Apalagi elektabilitas Demokrat tengah menurun," kata Nurhayati.

Ia membantah kenaikan BBM sengaja dilakukan menjelang pemilu 2014 supaya ada alasan pembagian bantuan langsung tunai (BLT) sehingga dapat mendongkrak popularitas Partai Demokrat.

"Saya kira yang menentukan apakah kebijakan pemberian BLT bisa dilakukan atau tidak adalah DPR. Tentu kalau DPR tidak setuju, itu tidak bisa dilakukan," tegas Nurhayati dengan nada tinggi.

Namun begitu, ia mendukung rencana pemerintah untuk menaikkan BBM bagi kendaraan mobil pribadi, dan tidak untuk kendaraan pelat kuning serta sepeda motor. "Buat kendaraan mobil pribadi yang daya belinya sudah meningkat, pemerintah membuat kebijakan supaya mereka membeli premium yang subsidinya dikurangi, bukan dihapuskan. Ini menurut saya adalah solusi yang cerdas," tuturnya.




Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×