kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Demi ternak, ada warga yang ogah mengungsi


Minggu, 16 Februari 2014 / 12:15 WIB
Demi ternak, ada warga yang ogah mengungsi
ILUSTRASI. Bank Indonesia (BI) telah mengerek bunga acuan 75 basis poin (bps) dalam dua bulan menjadi 4,25%


Sumber: Kompas.com | Editor: Asnil Amri

MALANG. Lebih dari 10.000 warga di Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang, tak mau mengungsi. Mereka beralasan ingin menjaga rumah dan harta benda serta hewan ternaknya.

"Hingga saat ini, masih ada 10.983 warga yang tidak mau diungsikan. Kita sudah memaksa, tapi tetap tidak mau diungsikan," kata Ahmad Rifa'i, Ketua Relawan Komunitas Ngaklik saat ditemui di posko pengungsian Pujon, Minggu (16/2/2014).

Sejak terjadi hujan abu di wilayah Kecamatan Ngantang dan Kasembon, tim evakuasi khawatir keselamatan warga. Lantaran tidak mau mengungsi, pihaknya tidak bisa berbuat banyak.

Selain ingin menjaga harta benda, warga bertahan untuk merawat hewan ternak maupun tanaman. "Karena ternaknya tak ada yang memberi pakan. Tanamannya juga tak ada yang merawat. Mereka menilai erupsi Kelud belum begitu berbahaya," katanya.

Sementara itu, Sekretaris PMI Kabupaten Malang Aprilijanto mengatakan, jumlah pengungsi di wilayah Malang hingga Minggu (16/2/2014) mencapai 28.180 orang. Mereka tersebar di 35 titik di Kecamatan Pujon, Kasembon dan Kota Batu.

"Soal kebutuhan makanan dan lainnya, sudah aman. Tak ada kendala. Karena bantuan terus berdatangan," katanya.

Ia menambahkan, hingga saat ini ada 27 orang yang hilang pasca-erupsi Gunung Kelud. "Tapi yang jelas bukan hilang meninggal. Tapi hanya terpisah dari keluarganya," ucapnya. (Yatimul Ainun)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×