kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.923.000   8.000   0,42%
  • USD/IDR 16.307   -124,00   -0,75%
  • IDX 7.170   27,72   0,39%
  • KOMPAS100 1.045   4,06   0,39%
  • LQ45 815   2,83   0,35%
  • ISSI 225   1,03   0,46%
  • IDX30 426   1,95   0,46%
  • IDXHIDIV20 505   1,96   0,39%
  • IDX80 118   0,40   0,34%
  • IDXV30 119   0,18   0,15%
  • IDXQ30 139   0,20   0,14%

Demi swasembada daging, pemerintah gaet Australia


Jumat, 22 Agustus 2014 / 11:34 WIB
Demi swasembada daging, pemerintah gaet Australia
ILUSTRASI. Logo Bank Central Asia (BCA). REUTERS/Willy Kurniawan


Reporter: Mona Tobing | Editor: Edy Can


JAKARTA. Pemerintah menjalin kemitraan dengan pemerintah Australia untuk mencapai swasembada daging sapi. Deputi Bidang Promosi dan Investasi Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Himawan Hariyoga yakin kemitraan itu akan meningkatkan produksi daging sapi lokal.

Ada tiga program prioritas dalam kemitraan yang diberinama Indonesia-Australia Partnership on Food Security in The Red Meat and Cattle Sector. Pertama, pengembangbiakan sapi potong (breeding). Pemerintah mengusulkan integrasi peternakan sapi di perkebunan kelapa sawit dan pengembangan sapi pola pastoral semi intensif kepada Australia.

Kedua, akselerasi pemanfaatan lahan padang pengembalaan sapi. Dalam program ini, pemerintah akan memanfaatkan lahan padang pengembalaan sapi. Pemerintah berharap pengembangan ini dibantu tenaga ahli dari Negeri Kangguru itu.

Nantinya juga akan ada kerjasama dalam pengelolaan daging sapi. Kedua negara sepakat membuat pilot project area pengolahan berupa perbaikan dan peningkatan Rumah Pemotongan Hewan (RPH) sesuai dengan Standard Nasional Indonesia. RPH yang diusulkan yakni di Nusa Tenggara Timur dan RPH Banyumulek Nusa Tenggara Barat. Keduanya RPH Kategori II.

Untuk program pertama dan kedua ini, pemerintah akan menggandeng pihak swasta. PT Sulung Ranch menjadi percontohan pola pengembangan sapi di perkebunan kelapa sawit. Sementara PT Berdikari menjadi contoh pemanfaatan lahan padang pengembalaan sapi.

Ketiga, penyediaan logistik dan transportasi. Pada sektor logistik dan transportasi, pemerintah mengusulkan Australia berkontribusi dalam mendesain kapal angkutan ternak dan pelabuhan bongkar muatan ternak khususnya di lokasi-lokasi yang sesuai dengan kesepakatan.

"Kedepan Indonesia tidak hanya menjadi pasar bagi sapi Australia tapi juga menjadi global supply chain dengan memasarkan produk daging halal ke pasar ASEAN, Asia dan Timur Tengah," ujar Direktur Promosi Sektoral BKPM Ikmal Lukman, Kamis (21/8).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
AYDA dan Penerapannya, Ketika Debitor Dinyatakan Pailit berdasarkan UU. Kepailitan No.37/2004 Digital Marketing for Business Growth 2025 : Menguasai AI dan Automation dalam Digital Marketing

[X]
×