kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.668.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.858   36,00   0,20%
  • IDX 6.117   -60,45   -0,98%
  • KOMPAS100 795   -13,93   -1,72%
  • LQ45 599   -10,20   -1,67%
  • ISSI 213   0,20   0,09%
  • IDX30 339   -6,02   -1,75%
  • IDXHIDIV20 415   -6,04   -1,43%
  • IDX80 90   -1,62   -1,76%
  • IDXV30 112   -1,00   -0,89%
  • IDXQ30 108   -1,93   -1,75%

Deg-degan Pantau Peringkat SPMB, FSGI: Jakarta Makin Siap, Jabar Masih Bermasalah


Senin, 22 Juni 2026 / 22:18 WIB
Deg-degan Pantau Peringkat SPMB, FSGI: Jakarta Makin Siap, Jabar Masih Bermasalah
ILUSTRASI. Suasana sekolah (TRIBUNNEWS/HERUDIN)


Reporter: Ahmad Febrian | Editor: Ahmad Febrian

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bagi ribuan orang tua dan calon peserta didik di Jakarta, suasana beberapa hari terakhir terasa tegang. Saat memantau hasil Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026, sensasinya mirip menyaksikan pertandingan bulutangkis Indonesia di laga penentuan atau menyaksikan tim favorit di Piala Dunia.

Selama masa pendaftaran belum berakhir, belum ada posisi yang benar-benar aman. Sistem seleksi berjalan secara dinamis. Seorang calon siswa yang semula berada dalam kuota penerimaan di sekolah pilihannya, bisa tergeser ketika ada pendaftar lain dengan nilai lebih tinggi masuk ke sekolah yang sama. 

Meski menghadirkan ketegangan bagi peserta dan orang tua, pelaksanaan SPMB Jakarta 2026 dinilai berjalan relatif lancar. Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) yang melakukan pemantauan sejak tahapan pra-pendaftaran menilai penyelenggaraan SPMB tahun ini semakin tertata dan siap mengantisipasi berbagai persoalan yang muncul di lapangan.

FSGI Jakarta kembali melakukan pemantauan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 di DKI Jakarta yang telah dilaksanakan secara bertahap. Pra-pendaftaran dimulai sejak 19 Mei 2026 dan seluruh rangkaian pelaksanaan untuk setiap jenjang pendidikan formal dijadwalkan berakhir pada 10 Juli 2026.

"SPMB DKI Jakarta semakin tertata di setiap jalur dan jenjang serta paling siap mengantisipasi berbagai permasalahan yang muncul," tulis FSGI, Senin (22/6).

 Meski kanal pengaduan menerima cukup banyak laporan dari masyarakat, sebagian besar permasalahan yang diadukan dapat ditangani dengan baik. Petunjuk teknis (juknis) dan standar operasional prosedur (SOP) telah disusun jauh hari sebelum pelaksanaan dimulai.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta jug  berupaya secara terukur dan sungguh-sungguh dalam menyelenggarakan SPMB untuk jenjang SD, SMP, SMA, dan SMK secara transparan, akuntabel, serta memberikan kesempatan yang adil bagi calon murid untuk memperoleh pendidikan di satuan pendidikan negeri maupun satuan pendidikan swasta yang bekerja sama dengan pemerintah daerah.

Penilaian tersebut berbeda dengan sejumlah persoalan yang sempat mencuat dalam pelaksanaan SPMB Maung di Jawa Barat. Berdasarkan hasil pemantauan FSGI, program sekolah unggulan jenjang SMA dan SMK tersebut menghadapi sejumlah kendala.

Pemprov Jawa Barat memiliki inovasi SPMB Maung yang mencakup 41 SMA dan SMK unggulan. Namun dalam pelaksanaannya, FSGI mencatat beberapa persoalan seperti website resmi yang kerap tidak dapat diakses, gangguan sistem, hingga data pendaftar yang sempat hilang.

Selain itu, muncul protes dari sejumlah orang tua terkait dugaan berkurangnya skor atau nilai seleksi peserta secara tiba-tiba tanpa penjelasan yang memadai. Pelaksanaan Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB) juga dinilai memicu polemik karena dianggap tidak transparan.

Ratusan orang tua yang merasa dirugikan bahkan mendatangi kantor Dinas Pendidikan Jawa Barat untuk menuntut transparansi. Sebagian di antaranya juga melaporkan dugaan maladministrasi ke Ombudsman RI Perwakilan Jawa Barat. DPRD Jawa Barat turut menyoroti persoalan tersebut dan menilai aplikasi serta sistem yang digunakan belum matang.

Baca Juga: Imunitas Patriot-Merah Putih Bond Jadi Bentuk Baru Tax Amnesty Jilid III

Sementara itu, DKI Jakarta juga memiliki sekolah unggulan jenjang SMA, yakni SMA Muhammad Husni Thamrin (MHT) Jakarta. Seleksi penerimaannya telah dilaksanakan lebih awal pada Februari 2026 dengan kuota 80 murid baru per tahun.

Proses seleksi  bertahap mulai dari pemeriksaan dokumen, tes tertulis, tes wawancara hingga persyaratan standar IQ. Menurut FSGI, pelaksanaan seleksi di SMA MHT berjalan lancar tanpa kendala berarti.

FSGI juga mencatat DKI Jakarta memiliki sejumlah inovasi yang belum dimiliki daerah lain. Salah satunya adalah SPMB Bersama dan SPMB Satuan Pendidikan Swasta Penerima Pendanaan Pendidikan.

Melalui skema tersebut, terdapat peserta didik yang biaya pendidikannya ditanggung Pemprov DKI Jakarta hingga lulus. Bahkan pada sekolah swasta penerima pendanaan pendidikan, seluruh peserta didik memperoleh pembiayaan dari APBD DKI Jakarta hingga menyelesaikan pendidikan. Pelaksanaannya bersamaan dengan SPMB sekolah negeri dan sejauh ini berjalan lancar.

Pada tahap persiapan, Dinas Pendidikan DKI Jakarta melakukan uji publik terhadap regulasi dan sistem yang digunakan dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan pendidikan, termasuk organisasi profesi guru. FSGI Jakarta turut diundang untuk memberikan masukan.

Selain itu, sosialisasi dilakukan secara masif baik secara daring maupun luring. Tidak hanya di tingkat suku dinas pendidikan dan sekolah, sosialisasi juga menjangkau tingkat kelurahan dan kecamatan serta melibatkan perguruan tinggi, dewan pendidikan, KPAI, dan organisasi profesi guru.

Menjelang pelaksanaan SPMB, Dinas Pendidikan DKI Jakarta juga menggelar penandatanganan komitmen bersama pelaksanaan SPMB 2026 yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk KPAI dan organisasi profesi guru. FSGI turut menandatangani komitmen tersebut pada 8 Juni 2026.

Pada tahap pelaksanaan, FSGI tidak menemukan kendala berarti pada sistem dan aplikasi website resmi SPMB DKI Jakarta.

Menurut FSGI, hal ini didukung oleh strategi pendaftaran yang dilakukan secara bertahap berdasarkan jenjang pendidikan dan jalur penerimaan sehingga beban sistem lebih terkendali dan pergerakan pendaftar dapat dipantau publik secara terbuka.

Selain itu, Dinas Pendidikan membuka posko layanan di tingkat provinsi maupun 11 posko di tingkat kota dan kabupaten. Seluruh sekolah juga membuka layanan posko untuk membantu calon peserta didik yang mengalami kendala selama proses pendaftaran.

Di sisi lain, Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta bersama jajaran disebut rutin menggelar rapat koordinasi dua kali sehari, yakni sebelum dan setelah layanan posko berlangsung. "Langkah tersebut dinilai mempercepat penyelesaian berbagai persoalan yang muncul selama proses SPMB berlangsung," kata FSGI. 

Pada tahap pengumuman dan daftar ulang, FSGI mencatat proses berjalan lancar. Pengumuman SPMB reguler untuk jenjang PAUD dan SLB serta jalur afirmasi dan domisili SD yang dilakukan pada 18 Juni 2026 berlangsung tanpa kendala berarti.

Pada tanggal yang sama, pengumuman SPMB Bersama dan SPMB reguler jalur prestasi untuk jenjang SMP, SMA, dan SMK juga berjalan lancar.

FSGI turut menyoroti keterbukaan informasi yang diberikan Pemprov DKI Jakarta. Sejak 21 Juni 2026, masyarakat dapat memantau secara langsung sisa kuota di setiap sekolah setelah proses daftar ulang melalui laman resmi SPMB Jakarta.

Kuota yang kosong akibat peserta tidak melakukan daftar ulang atau mengundurkan diri dapat dilihat secara terbuka dan selanjutnya akan dialokasikan kembali pada jalur penerimaan berikutnya.

Menurut FSGI, keterbukaan data tersebut menjadi salah satu faktor yang memperkuat transparansi pelaksanaan SPMB Jakarta 2026. Sekaligus memberikan kepastian informasi kepada masyarakat yang masih menunggu kesempatan pada tahap seleksi berikutnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×