kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   -18.000   -0,67%
  • USD/IDR 17.974   82,00   0,46%
  • IDX 6.128   26,71   0,44%
  • KOMPAS100 800   4,45   0,56%
  • LQ45 603   4,39   0,73%
  • ISSI 213   0,81   0,38%
  • IDX30 341   2,96   0,88%
  • IDXHIDIV20 416   3,91   0,95%
  • IDX80 91   0,42   0,46%
  • IDXV30 112   0,97   0,88%
  • IDXQ30 109   1,19   1,10%

Defisit neraca dagang bikin rupiah loyo


Selasa, 03 Juni 2014 / 13:52 WIB
ILUSTRASI. MINGGU- Anti Ribet, Begini Cara Top Up E-Toll BCA Lewat BCA mobile dan ATM BCA


Reporter: Margareta Engge Kharismawati | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Rupiah kian melemah dari kemarin hingga hari ini. Menteri Keuangan Chatib Basri mengakui pelemahan rupiah yang terjadi sekarang ini sebagai dampak data defisit neraca dagang April yang mencapai US$ 1,96 miliar.

Asal tahu, berdasarkan kurs tengah BI pada Senin kemarin (2/6) rupiah berada pada posisi 11.740 per dolar Amerika Serikat (AS). Pelemahan ini terjadi selepas Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan data neraca dagang April.

Hari ini (3/6), rupiah kian melemah lagi ke level 11.806. Chatib bilang, rupiah semenjak pemilihan presiden (pilpres) semakin ketat dengan dua calon mengalami pelemahan. Lalu sekarang diperlemah lagi dengan adanya angka defisit neraca dagang.

"Tapi mestinya rupiah dibiarkan saja bergerak mengikuti fundamentalnya. Toh masih di dalam kisaran," ujar Chatib yang dijumpai di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Jakarta, Selasa (3/6).

Sebagai informasi, nilai tukar rupiah dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (RAPBN-P) 2014 rupiah dipagu dalam level 11.700 per dolar AS.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×