kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.673.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.892   34,00   0,19%
  • IDX 6.101   -15,36   -0,25%
  • KOMPAS100 796   1,04   0,13%
  • LQ45 598   -0,77   -0,13%
  • ISSI 212   -1,29   -0,61%
  • IDX30 338   -0,72   -0,21%
  • IDXHIDIV20 413   -2,81   -0,68%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 111   -0,72   -0,65%
  • IDXQ30 108   -0,25   -0,23%

Defisit anggaran akhir Januari lebih baik


Kamis, 16 Maret 2017 / 15:20 WIB


Reporter: Adinda Ade Mustami | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Kementerian Keuangan (Kemkeu) mencatat, defisit anggaran per akhir Januari 2017 baru mencapai Rp 45,4 triliun atau 0,33% dari produk domestik bruto (PDB). Defisit anggaran pada bulan pertama di tahun ini tersebut baru mencapai 13,7% dari target dalam APBN 2017.

Dibanding periode yang sama tahun lalu, angka itu turun 32,94% YoY. Defisit anggaran pada akhir Januari tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp 67,7 triliun.

Lebih rendahnya angka defisit anggaran tersebut disebabkan oleh masih minimnya realisasi belanja negara, walaupun penerimaan negara sedikit mengalami peningkatan.

Berdasarkan i-account Januari 2017 yang publikasikan oleh Direktorat Jenderal (Ditjen) Perbendaharaan Negara Kemkeu sebagaimana dikutip KONTAN dalam situs resminya, Kamis (16/3), Belanja negara tercatat Rp 133,3 triliun, lebih rendah 11,31% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Secara lebih rinci, realisasi belanja pemerintah pusat tercatat Rp 57,6 triliun lebih tinggi dibanding Januari 2016 yang sebesar Rp 50,2 triliun.

Hal tersebut karena realisasi belanja pegawai dan belanja barang masing-masing tercatat Rp 30,6 triliun dan Rp 1,2 triliun, lebih tinggi dari periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp 24,6 triliun dan Rp 1,1 triliun.

Sementara belanja modal sebagai penyumbang pembentukan modal tetap bruto (PMTB) mencatatkan penurunan. Belanja modal per akhir Januari 2017 hanya mencapai Rp 0,6 triliun, sementara akhir Januari tahun sebelumnya sebesar Rp 1,5 triliun.

Adapun realisasi transfer ke daerah dan dana desa tercatat Rp 75,6 triliun, juga lebih rendah dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 100,1 triliun.

Sedangkan realisasi penerimaan negara per akhir Januari 2017 mencapai Rp 87,9 triliun, naik tipis 6,42% dibanding akhir Januari 2016 yang sebesar Rp 82,6 triliun.

Secara rinci, penerimaan negara tersebut terdiri dari penerimaan pajak Rp 70,6 triliun naik 6% YoY, bea cukai Rp 3 triliun turun 28,57% YoY, dan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) Rp 14,3 triliun naik 22% YoY.

Sedangkan realisasi pembiayaan per akhir Januari 2017 mencapai Rp 82,7 triliun. Sehingga terdapat sisa lebih pembiayaan anggaran (SiLPA) sebesar Rp 37,3 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×