Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
Menurutnya, intervensi moneter yang dilakukan Bank Indonesia (BI) sudah berjalan cukup baik dan masif sesuai mandat undang-undang (UU).
Langkah tersebut dilakukan melalui intervensi di pasar internasional non-deliverable forward (NDF), pasar domestik, serta pasar surat utang dan valas, termasuk melalui koordinasi kebijakan dengan pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
Dalam setiap tekanan terhadap rupiah, Bank Indonesia juga aktif memberikan komunikasi kepada pasar bahwa pelemahan nilai tukar bukan disebabkan oleh fundamental domestik yang lemah.
Sejumlah indikator seperti cadangan devisa, neraca perdagangan, hingga aktivitas manufaktur masih menunjukkan kondisi yang solid, dengan pertumbuhan ekonomi yang diperkirakan tetap berada di atas 5 persen.
Namun demikian, Ibrahim menegaskan tekanan terhadap rupiah saat ini lebih dipicu faktor eksternal, terutama lonjakan harga minyak mentah global.
Kenaikan harga energi membuat kebutuhan impor minyak, yang mencapai sekitar 1,5 juta hingga 2,1 juta barrel per hari, meningkat signifikan, sehingga permintaan terhadap dollar AS ikut naik.
Ia juga menyoroti produksi minyak dalam negeri masih jauh di bawah kebutuhan, sehingga ketergantungan terhadap impor sulit dihindari.
Tonton: B50 Jalan, Solar Menumpuk! Indonesia Malah Kebanjiran BBM?
Kondisi itu menjadi salah satu sumber tekanan utama terhadap nilai tukar rupiah.
Menurut Ibrahim, upaya stabilisasi tidak bisa hanya mengandalkan Bank Indonesia.
Pemerintah juga perlu mengambil langkah strategis dari sisi fiskal, termasuk mengatur prioritas belanja negara agar lebih fokus pada kebutuhan yang mendesak, seperti pembiayaan impor energi.
Ia menilai dalam kondisi tekanan global, pemerintah perlu mempertimbangkan penyesuaian sementara terhadap sejumlah program besar agar anggaran dapat diarahkan untuk menjaga stabilitas ekonomi.
(Suparjo Ramalan , Erlangga Djumena)
Sumber: https://money.kompas.com/read/2026/05/01/183600926/dampak-rupiah-terus-melemah-harga-nasi-padang-hingga-tiket-pesawat-naik--?page=all#page1
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













