kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.087   -43,00   -0,24%
  • IDX 5.924   11,92   0,20%
  • KOMPAS100 771   1,79   0,23%
  • LQ45 589   1,88   0,32%
  • ISSI 204   0,51   0,25%
  • IDX30 334   0,92   0,28%
  • IDXHIDIV20 413   1,96   0,48%
  • IDX80 88   0,34   0,39%
  • IDXV30 112   1,14   1,02%
  • IDXQ30 107   0,13   0,12%

Dampak perang dagang, Menprin: Harus diantisipasi dengan mencari pasar baru


Kamis, 16 Mei 2019 / 18:58 WIB


Reporter: Abdul Basith | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indonesia harus mencari pasar baru sebagai dampak perang dagang. Salah satu contohnya adalah industri stainless steel. Komoditas tersebut dikenakan bea masuk yang besar dari Amerika Serikat (AS) 25% dan anti dumping 22,5% dari China.

"Memang perang dagang harus kita antisipasi antara lain mencari pasar lain," ujar Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto di kompleks istana kepresidenan, Kamis (16/5). Salah satu pasar yang bisa dituju oleh Indonesia adalah Uni Eropa. Pasalnya komoditas tersebut dibutuhkan oleh industri maju seperti Uni Eropa.

Selain pemindahan pasar, Airlangga juga menyebutkan mengenai pengembangan investasi. Sejumlah negara terbuka bagi komoditas asal Indonesia dengan mengembangkan industri di daerah tujuan ekspor.

"Investasi di negara tersebut industri turunan di mereka, bahan baku dari kita," terang Airlangga. Ia pun mengungkapkan bahwa perang dagang menekan neraca dagang Indonesia. Hal itu menurunkan pasar dunia sehingga ekspor melemah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×