kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Dampak kenaikan IHPB terhadap ke indeks harga konsumen bulan depan


Senin, 01 November 2021 / 21:52 WIB
ILUSTRASI. Dampak kenaikan IHPB terhadap ke indeks harga konsumen bulan depan


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nasional pada Oktober 2021 sebesar 106,54 atau naik 0,18% dari September 2021 sebesar 106,34.

Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira mengatakan, kenaikan IHPB ini terhadap indeks harga konsumen (IHK) berdampak pada kenaikan indeks harga produsen, terutama untuk skala besar akan berimplikasi pada harga jual barang yang lebih mahal pada bulan-bulan berikutnya.

“Apalagi menyangkut faktor musiman seperti natal dan tahun baru kemudian ada tekanan dari biaya logistik yang lebih meningkat karena ada sortir atau kekurangan logistik untuk melakukan impor. Ini juga akan terjadi secara serentak di banyak negara,” kata Bhima kepada Kontan.co.id, Senin (1/11).

Baca Juga: Proyeksi ekonom Bank Mandiri terkait prospek inflasi ke depan

Selain itu, kemungkinan di bulan depan akan ada sisi kenaikan dari biaya energi, harga energi, dan juga risiko harga komoditas yang diperlukan untuk bahan baku juga meningkat. Artinya, dengan begitu akan ada inflasi yang terjadi karena kenaikan biaya produksi.

Bhima juga mengatakan, situasi tersebut cukup pelik bagi pelaku usaha. Sebab apakah pelaku usaha tersebut akan mulai melakukan efisiensi, yang artinya mencari bahan baku yang lebih murah, menurunkan kualitas produk jualnya, atau akan meneruskan biaya ini kepada konsumen.

Jika opsinya adalah meneruskan ke konsumen, Bhima bilang akan berefek pada inflasi yang lebih meningkat lagi. Khususnya pada 2021 akhir November-Desember dan pada awal tahun 2022. Sehingga kemungkinan ini harus diantisipasi oleh pemerintah agar situasi krisis energi dan kelangkaan solar di beberapa tempat akan membuat inflasinya lebih tinggi.  

Selanjutnya: IHPB umum nasional pada Oktober alami kenaikan sebesar 0,18%

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×