kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.740.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

Dalam G20, kebijakan Indonesia dianggap tepat


Rabu, 16 April 2014 / 16:50 WIB
ILUSTRASI. Pekerja melintas di depan layar yang menampilkan informasi pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (18/11/2022). ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/tom.


Reporter: Margareta Engge Kharismawati | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Pemerintah dan Bank Indonesia (BI) mengadakan pertemuan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Washington DC pada 10-11 April kemarin. Kebijakan yang diambil pemerintah dan BI dalam menghadapi situasi fundamental ekonomi yaitu defisit transaksi berjalan dianggap tepat.

Menteri Keuangan Chatib Basri mengatakan, respon fiskal dengan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) untuk mengurangi subsidi BBM dianggap tepat.

"Sejauh ini investor memberi kepercayaan pada Indonesia," ujar Chatib yang dijumpai di Kementerian Keuangan Jakarta, Rabu (16/4).

Chatib menjelaskan, pengetatan kebijakan fiskal yang dilakukan pemerintah hanyalah bersifat jangka pendek. Tidak mungkin fiskal dilakukan pengetatan terus menerus.

"Makanya harus diimbangi dengan struktural reform," tandas Chatib.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×