kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.576.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Dahlan: Indonesia dijajah subsidi BBM


Senin, 12 Mei 2014 / 10:13 WIB
ILUSTRASI. PT Puri Sentul Permai Tbk (KDTN) optimis dengan bisnis hotel di rest area menjelang libur Natal dan Tahun Baru 2023.. KONTAN/Baihaki/29/10/2022


Reporter: Margareta Engge Kharismawati | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Isu subsidi bahan bakar minyak (BBM) tetap menjadi permasalahan yang akan diteruskan pada pemerintahan baru. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan mengimbau pemerintahan baru dapat menaikkan harga BBM bersubsidi.

"Siapapun presidennya harus berpikir untuk menaikkan harga BBM," ujar Dahlan dalam Mandiri Institute "Committed to a better Indonesia" di Jakarta, Senin (12/5).

Saat ini, diakui Dahlan, Indonesia dijajah oleh subsidi BBM. Dengan nilai subsidi yang terus melonjak dari target akibat kurs rupiah yang melemah menjadi momok pemerintah hingga sekarang.

Konversi ke gas alam menjadi hal mutlak yang harua dilakukan pengembangannya. Gas alam menjadi alternatif energi yang sangat penting untuk mengurangi ketergantungan terhadap BBM.

"Tidak bisa ditawar menawar. Konversi ke gas alam tidak boleh setengah-setengah," tandas Dahlan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×