kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Dahlan: Indonesia dijajah subsidi BBM


Senin, 12 Mei 2014 / 10:13 WIB
ILUSTRASI. PT Puri Sentul Permai Tbk (KDTN) optimis dengan bisnis hotel di rest area menjelang libur Natal dan Tahun Baru 2023.. KONTAN/Baihaki/29/10/2022


Reporter: Margareta Engge Kharismawati | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Isu subsidi bahan bakar minyak (BBM) tetap menjadi permasalahan yang akan diteruskan pada pemerintahan baru. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan mengimbau pemerintahan baru dapat menaikkan harga BBM bersubsidi.

"Siapapun presidennya harus berpikir untuk menaikkan harga BBM," ujar Dahlan dalam Mandiri Institute "Committed to a better Indonesia" di Jakarta, Senin (12/5).

Saat ini, diakui Dahlan, Indonesia dijajah oleh subsidi BBM. Dengan nilai subsidi yang terus melonjak dari target akibat kurs rupiah yang melemah menjadi momok pemerintah hingga sekarang.

Konversi ke gas alam menjadi hal mutlak yang harua dilakukan pengembangannya. Gas alam menjadi alternatif energi yang sangat penting untuk mengurangi ketergantungan terhadap BBM.

"Tidak bisa ditawar menawar. Konversi ke gas alam tidak boleh setengah-setengah," tandas Dahlan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×