kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.830   2,00   0,01%
  • IDX 8.132   99,86   1,24%
  • KOMPAS100 1.146   13,97   1,23%
  • LQ45 829   8,49   1,03%
  • ISSI 288   4,60   1,62%
  • IDX30 431   4,26   1,00%
  • IDXHIDIV20 519   5,74   1,12%
  • IDX80 128   1,62   1,28%
  • IDXV30 141   1,99   1,43%
  • IDXQ30 140   1,49   1,07%

Daging impor ditahan, pedagang unjuk rasa di DPR


Kamis, 31 Maret 2011 / 11:20 WIB
Daging impor ditahan, pedagang unjuk rasa di DPR
ILUSTRASI. Pekerja membongkar muatan semen untuk dikirim antar pulau di Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta, Jumat (7/7). Kementerian Perindustrian memperkirakan total kapasitas semen nasional pada 2017 akan mencapai 102 juta ton dari total kebutuhan 70 juta ton pertahu


Reporter: Petrus Dabu | Editor: Edy Can


JAKARTA. Sekelompok orang yang mengatasnamakan perkumpulan pedagang daging berunjuk rasa di depan gedung DPR. Mereka menuntut penurunan harga daging.

Oji Mandala, seorang pedagan daging di Pasar Tomang Barat mengatakan, harga daging terlalu mahal. "Pasokannya berkurang," katanya, Kamis (31/3).

Dia bilang harga daging sapi saat ini mencapai Rp 70.000 per kg. Kondisi ini, dia bilang, menyebabkan kurangnya pembeli karena daya beli masyarakat yang masih rendah. "Bisanya, maksimal harga daging mencapai Rp 60.000 per kg," ujarnya.

Dia menuding, mahalnya harga karena pasokan berkurang akibat tertahannya sejumlah kontainer berisi daging impor di Pelabuhan Tanjung Priok. "Kami sudah mempunyai izin masuk, kenapa pemerintah masih menahannya," ujarnya.

Asal tahu saja, sebanyak 51 kontainer daging impor ditahan di Pelabuhan Tanjung Priok. Daging tersebut tidak memiliki Surat Pemberitahuan Pemasukan (SPP).

Badan Karantina meminta importir mengekspor kembali daging tersebut. Jika dalam waktu sepuluh hari kerja pemilik daging tidak melakukan reekspor, maka akan dimusnahkan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×