CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.018,99   5,77   0.57%
  • EMAS992.000 0,00%
  • RD.SAHAM -0.20%
  • RD.CAMPURAN 0.04%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.12%

Cuaca Panas nan Terik dan Sumuk Masih Landa Indonesia, Ini 2 Penyebab Menurut BMKG


Rabu, 18 Mei 2022 / 23:05 WIB
Cuaca Panas nan Terik dan Sumuk Masih Landa Indonesia, Ini 2 Penyebab Menurut BMKG


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Cuaca panas yang terasa sumuk dan terik masih melanda sejumlah daerah di Indonesia. Ini dua penyebab suhu panas, menurut BMKG.

Mengutip akun Instagram BMKG, Rabu (18/5), tujuh stasiun cuaca BMKG melaporkan suhu maksimum harian di Indonesia pada 17-18 Mei 2022 di kisaran 35°C-35,4°C.

Sementara satu stasiun cuaca BMKG melaporkan suhu maksimum harian di Indonesia pada 16-17 Mei 2022 di angka 36,2°C. Yakni, Stasiun Klimatologi Palembang. 

Satu stasiun cuaca BMKG juga melaporkan suhu maksimum harian di Indonesia pada 15-16 Mei 2022 di angka 36°C. Yaitu, Stasiun Meteorologi Pangsuma, Kalimantan Barat.

"Meningkatnya suhu dirasakan lebih panas atau terik dari biasanya pada bulan Mei tahun ini sebenarnya adalah hal yang wajar," kata akun Instagram BMKG. 

Baca Juga: Cuaca Besok di Jawa dan Bali: Bandung Hujan Petir, Surabaya Hujan Ringan

Baca Juga: Cuaca Besok di Jabodetabek Hujan Ringan hingga Lebat, Waspada Petir

Dalam analisis klimatologi, sebagian besar lokasi-lokasi pengamatan suhu udara di Indonesia menunjukkan dua puncak suhu maksimum: pada April/Mei dan September. 

"Hal itu memang terdapat pengaruh dari posisi gerak semu Matahari dan juga dominasi cuaca cerah awal atau puncak musim kemarau," ungkap akun Instagram BMKG.

Sirkulasi massa udara memicu masa udara panas tertahan di atas sebagian wilayah Sumatra dan Jawa, sehingga mengamplifikasi Mei yang panas. 
Penyebab kondisi udara yang terasa panas dan tidak nyaman adalah suhu udara yang tinggi. 

"Suhu udara tinggi terjadi pada udara yang kelembapannya tinggi, maka akan terkesan sumuk. Sedangkan bila udaranya kering, maka akan terasa terik dan membakar," jelas akun Instagram BMKG.

Analisis iklim dasarian pada periode 1-10 Mei lalu menunjukkan, suhu muka laut di Samudra Hindia barat Sumatera dan Laut Jawa lebih hangat. Ini akan menambah suplai udara lembab akibat penguapan yang lebih intensif dari permukaan lautan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×