kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   -18.000   -0,67%
  • USD/IDR 17.973   81,00   0,45%
  • IDX 5.884   -217,45   -3,56%
  • KOMPAS100 764   -32,00   -4,02%
  • LQ45 578   -20,26   -3,39%
  • ISSI 203   -8,31   -3,92%
  • IDX30 327   -10,75   -3,18%
  • IDXHIDIV20 402   -10,48   -2,54%
  • IDX80 87   -3,59   -3,99%
  • IDXV30 109   -2,27   -2,04%
  • IDXQ30 105   -2,81   -2,60%

Chatib Basri imbau agar pemerintah alihkan insentif pajak untuk BLT, ini alasannya


Selasa, 21 Juli 2020 / 03:58 WIB
ILUSTRASI. Menteri Keuangan M Chatib Basri memberikan keterangan mengenai evaluasi perkembangan perekonomian global dan domestik 2013, serta kinerja realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan 2013 di Jakarta, Senin (6/1). Kompas/Priyombodo (PRI) 06-0


Reporter: Bidara Pink | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

"Orang (kelas) bawah kalau dikasih uang akan spend. Kalau orang (kelas) atas dikasih uang, maka akan menabung. Dulu hemat pangkal kaya, sekarang belanja pangkal pemulihan ekonomi!" tegasnya.

Chatib juga menyoroti perihal insentif usaha yang diberikan terhadap dunia usaha, seperti contohnya insentif pajak. Hingga kini, insentif pajak dinilai penyerapannya masih rendah lantaran kondisi ekonomi yang melemah.

Baca Juga: Chatib Basri ramal defisit fiskal bisa membengkak hingga 8% dari PDB

Untuk itu, ia menyarankan agar pemerintah kembali menimbang insentif pajak yang diberikan kepada dunia usaha. Jika ini memang tidak efektif, ia mengimbau agar pemerintah mengalihkan insentif pajak untuk BLT.

"Karena kalau rugi, (perusahaan) ga bayar pajak. Maka ini perlu dikaji. Ini efektif atau enggak. Makanya, kasih saja duitnya buat BLT atau credit guarantee," tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×