kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.824   -4,00   -0,02%
  • IDX 8.133   100,88   1,26%
  • KOMPAS100 1.146   14,31   1,26%
  • LQ45 828   7,29   0,89%
  • ISSI 288   4,65   1,64%
  • IDX30 431   4,00   0,94%
  • IDXHIDIV20 517   4,31   0,84%
  • IDX80 128   1,49   1,17%
  • IDXV30 141   1,36   0,97%
  • IDXQ30 140   1,18   0,85%

Cara genjot produksi tebu rakyat hingga 100 ton/ha


Selasa, 19 April 2016 / 15:40 WIB
Cara genjot produksi tebu rakyat hingga 100 ton/ha


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Adi Wikanto

Jakarta. Kementerian Pertanian (Kemtan) menjanjikan akan meningkatkan produksi tebu rakyat mencapai 100 ton per hektare (ha) dengan rendemen 10%. Target ini lebih tinggi dari rata-rata produksi tebu nasional sebesar 50 ton hingga 70 ton per ha dengan rendemen 7% - 8% saja.

Salah satu langkah yang akan diambil adalah mengembangkan bibit unggul yang sudah berhasil diterapkan di Jawa Timur di atas lahan seluas 100 ha. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan, saat ini sudah ada lahan petani tebu di Jawa Timur yang dapat menghasilkan tebu dengan produksi 100 ton per ha dan rendemen 10%.

Andi mengatakan, Kemtan akan mempelajari pengembangan bibit unggul tebu dari Jawa Timur tersebut kemudian menyebarkannya ke sejumlah sentra pertanian tebu di seluruh Indonesia.

Pembagian bibit unggul tebu ini ditargetkan dapat dimulai tahun depan. Selain itu, Amran juga mendorong pemgembangan 10 pabrik dengan kapasitas produksi 10.000 ton can per day (tcd). "Investasi per 1 pabrik itu rata-rata Rp 1,5 triliun," kata Amran, Selasa (19/4).

Saat ini, Kemtan serius mendorong pengembangan tebu di lahan seluas 500.000 ha milik PT Perhutani. Diharapkan realisasi penanaman tebu tersebut segera dilakukan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×