kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.768.000   18.000   0,65%
  • USD/IDR 17.754   10,00   0,06%
  • IDX 6.502   -24,02   -0,37%
  • KOMPAS100 848   -1,25   -0,15%
  • LQ45 642   -2,64   -0,41%
  • ISSI 228   -0,01   0,00%
  • IDX30 359   -1,39   -0,39%
  • IDXHIDIV20 437   -0,21   -0,05%
  • IDX80 97   -0,26   -0,27%
  • IDXV30 121   0,35   0,29%
  • IDXQ30 114   -0,45   -0,40%

Cadangan Devisa Bulan Februari 2022 Naik Tipis Menjadi US$ 141,4 Miliar


Selasa, 08 Maret 2022 / 10:40 WIB
ILUSTRASI. Petugas memindahkan uang untuk dikirim ke kantor cabang di Cash Center Bank Mandiri, Jakarta, Jumat (10/2). Cadangan Devisa Bulan Februari 2022 Naik Tipis Menjadi US$ 141,4 Miliar.


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Posisi cadangan devisa pada Februari 2022 naik tipis dibandingkan bulan sebelumnya.

Bank Indonesia (BI) mencatat nilai cadangan devisa pada akhir Februari  2022 sebesar US$ 141,4 miliar. Nilai itu naik 0,07%  atau setara US$ 100 juta jika dibandingkan posisi per akhir Januari 2022 yang mencapai US$ 141,3 miliar.

Kepala Departemen Komunikasi Erwin Haryono Bank Indonesia mengungkapkan, peningkatan tersebut antara lain dipengaruhi oleh penarikan pinjaman luar negeri Pemerintah serta penerimaan pajak dan jasa.

Baca Juga: Cadangan Devisa Bulan Februari 2022 Berpotensi Meningkat

Adapun, posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 7,5 bulan impor atau 7,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

"Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, " tutur Erwin dalam keterangan tertulisnya, Selasa (8/3).

Baca Juga: Kurs Rupiah Diombang-ambing Sentimen Eksternal

Ke depan, Erwin bilang, Bank Indonesia memandang cadangan devisa tetap memadai, didukung oleh stabilitas dan prospek ekonomi yang terjaga, seiring dengan berbagai respons kebijakan dalam mendorong pemulihan ekonomi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×