kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.531.000   5.000   0,20%
  • USD/IDR 18.168   9,00   0,05%
  • IDX 5.105   48,15   0,95%
  • KOMPAS100 659   7,25   1,11%
  • LQ45 519   3,87   0,75%
  • ISSI 170   1,07   0,63%
  • IDX30 292   1,94   0,67%
  • IDXHIDIV20 392   0,63   0,16%
  • IDX80 76   0,79   1,05%
  • IDXV30 110   0,33   0,30%
  • IDXQ30 98   -0,22   -0,22%

Cabai Rawit hingga Ikan Segar Membayangi Inflasi Oktober 2026 yang Masih Tinggi


Senin, 02 November 2026 / 12:21 WIB
Cabai Rawit hingga Ikan Segar Membayangi Inflasi Oktober 2026 yang Masih Tinggi
ILUSTRASI. Harga cabai rawit di Ternate melonjak (ANTARA FOTO/Andri Saputra)


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, Indeks Harga Konsumen (IHK) mencatatkan inflasi tahunan Indonesia pada Oktober 2026 sebesar 3,23% year on year (yoy). Angka ini sedikit melandai dibandingkan inflasi September 2026 yang sebesar 3,28% yoy.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Ateng Hartono dalam laporannya, meskipun mengalami perlambatan dibandingkan bulan sebelumnya, inflasi Oktober 2026 masih lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar 2,86% yoy.

Baca Juga: Surplus Neraca Perdagangan Turun Jadi US$ 3,36 Miliar pada September 2026

Berdasarkan kelompok pengeluaran, inflasi utamanya didorong oleh kelompok kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 4,82% yoy, dengan andil inflasi tertinggi sebesar 1,40% yoy.

“Komoditas yang memberikan andil inflasi terbesar pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau adalah cabai rawit, ikan segar, beras, minyak goreng, daging ayam ras, sigaret kretek mesin dan daging sapi,” tutur Ateng dalam konferensi pers, Senin (2/11/2026).  

Selanjutnya, kelompok transportasi mencatatkan inflasi sebesar 4,87% yoy, dengan andil inflasi 0,59% yoy. Inflasi pada kelompok ini utamanya didorong oleh bensin, tarif angkutan udara, pelumas atau oli mesin, sepeda motor, dan pemeliharaan servis, serta mobil.

Terakhir sumbangan terbesar inflasi adalah oleh  kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 4,52% yoy, dengan andil inflasi 0,32% yoy. Inflasi pada kelompok ini utamanya didorong oleh komoditas emas perhiasan.

Baca Juga: Inflasi Inti dan Inflasi Harga Diatur Pemerintah Kompak Naik pada Oktober 2026

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×