kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.964.000   20.000   1,03%
  • USD/IDR 16.488   106,00   0,65%
  • IDX 7.830   -121,60   -1,53%
  • KOMPAS100 1.089   -17,02   -1,54%
  • LQ45 797   -14,45   -1,78%
  • ISSI 265   -3,29   -1,23%
  • IDX30 413   -7,90   -1,88%
  • IDXHIDIV20 481   -7,60   -1,56%
  • IDX80 120   -2,17   -1,77%
  • IDXV30 129   -2,94   -2,22%
  • IDXQ30 134   -2,35   -1,73%

Butuh Rp 75 miliar jadi bupati


Kamis, 22 Oktober 2015 / 13:06 WIB
Butuh Rp 75 miliar jadi bupati


Reporter: Agus Triyono | Editor: Adi Wikanto

JAKARTA. Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri) mengungkapkan bahwa biaya politik untuk menjadi kepala daerah sampai saat ini masih tinggi.

Berdasarkan temuan mereka bahkan, untuk menjadi seorang bupati saja, tingkat biaya yang diperlukan mencapai Rp 75 miliar.

Padahal kata Tjahjo Kumolo, Menteri Dalam Negeri, jumlah pemilih di kabupaten tersebut hanya mencapai 120.000 pemilih saja.

"Ada empat daerah tidak perlu saya sebut itu butuhnya sebesar itu," kata Tjahjo di Jakarta Kamis (22/10).

Tjahjo mengatakan, biaya menjadi bupati tersebut, jauh lebih besar jika dibandingkan dengan biaya yang dikeluarkan temannya saat pencalonan menjadi anggota DPR. 

"Itu mengalahkan, teman saya yang jadi anggota DPR butuhnya hanya Rp 43 miliar.

Tjahjo mengatakan, tingginya biaya politik tersebut harus segera dihapus dengan berbagai cara.

Menurutnya, kalau biaya tersebut tetap dibiarkan, itu bisa menimbulkan iklim perpolitikan dan pemerintahan yang tidak sehat

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] AI-Powered Scenario Analysis AYDA dan Penerapannya, Ketika Debitor Dinyatakan Pailit berdasarkan UU. Kepailitan No.37/2004

[X]
×