kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.911   11,00   0,06%
  • IDX 6.334   -5,54   -0,09%
  • KOMPAS100 835   -3,80   -0,45%
  • LQ45 633   -4,09   -0,64%
  • ISSI 218   -0,18   -0,08%
  • IDX30 356   -2,06   -0,58%
  • IDXHIDIV20 441   -2,49   -0,56%
  • IDX80 95   -0,52   -0,54%
  • IDXV30 119   0,04   0,03%
  • IDXQ30 114   -0,74   -0,65%

Butuh obat paten memulihkan otot rupiah


Senin, 07 Mei 2018 / 13:02 WIB
ILUSTRASI. Nilai Tukar Rupiah


Reporter: Indra Pangestu Wardana Setiawan, Sinar Putri S.Utami | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) membuat gusar banyak kalangan. Perlu obat paten untuk mengembalikan stamina dan kekuatan otot rupiah.

Berbagai upaya juga tengah digagas pemerintah untuk menjaga rupiah.  Salah satunya adalah wacana mengubah sistem kurs rupiah dari saat ini mengambang menjadi tetap. Menurut sumber KONTAN di Istana, mengubah sistem kurs rupiah menjadi tetap merupakan  pilihan yang sedang dikaji pemerintah.

Namun belum jelas bagaimana kebijakan ini akan diterapkan. Yang jelas, sistem kurs tetap sudah pernah terjadi di Indonesia. Pada tahun 1970-an, Indonesia menganut sistem kurs tetap untuk dollar AS. Namun mulai 1978, sistem kurs itu berubah menjadi mengambang terkendali.

Wijayanto Samirin, Staf Khusus Wakil Presiden RI bidang Ekonomi dan Keuangan mengakui ada pembahasan di internal pemerintah terkait pelemahan rupiah. Namun, opsi perubahan sistem kurs tetap tidak ada. "Strategi pemerintah menekan current account deficit, dengan mendorong investasi berorientasi ekspor, meningkatkan ekspor dan menggalakkan tourism," jelas Wijayanto, Minggu (6/5).

Pakar ekonomi dan Direktur CORE Indonesia Mohammad Faisal menilai, selain menjalankan sistem kurs tetap, Indonesia bisa saja menetapkan kurs mata uang sendiri seperti layaknya China. Menurutnya, hal itu bisa menjadi angin segar untuk investor dan pengusaha karena ada kepastian nilai tukar.

Namun Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Moneter BI Nanang Hendarsah mengatakan, pelemahan rupiah masih di batas wajar. Untuk periode 1 Januari 2018-4 Mei 2018, volatilas rupiah sebesar 5,7%, ini lebih rendah dibandingkan dengan mata uang negara lain yang mencapai 11%. "Jangan panik," jelas Nanang, Jumat (4/5).

Untuk menstabilkan nilai tukar rupiah, BI menyatakan telah menyiapkan empat resep. Pertama, senantiasa berada di pasar untuk memastikan ketersediaan likuiditas valas dan rupiah dalam jumlah memadai.

Kedua, memantau perkembangan perekonomian global dan dampaknya terhadap perekonomian domestik. Ketiga, memperkuat cadangan devisa dan second line of defense bersama dengan institusi dari eksternal. Keempat, jika tekanan nilai tukar berlanjut serta berpotensi mengganggu stabilitas ekonomi, BI menaikkan suku bunga.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×