kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.805.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.241   -67,00   -0,39%
  • IDX 7.129   -249,12   -3,38%
  • KOMPAS100 967   -37,26   -3,71%
  • LQ45 691   -25,11   -3,51%
  • ISSI 259   -8,46   -3,16%
  • IDX30 382   -11,34   -2,88%
  • IDXHIDIV20 471   -11,15   -2,31%
  • IDX80 108   -4,04   -3,60%
  • IDXV30 137   -2,36   -1,69%
  • IDXQ30 123   -3,19   -2,53%

Bus Jemaah Haji di Arab Saudi Dilengkapi WC dan Fasilitas Modern Agar Nyaman


Sabtu, 25 April 2026 / 05:20 WIB
Bus Jemaah Haji di Arab Saudi Dilengkapi WC dan Fasilitas Modern Agar Nyaman
ILUSTRASI. Bus jemaah haji di Makkah (KONTAN/Siti.Masitoh)


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID – MADINAH. Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 2026 Daerah Kerja (Daker) Madinah memastikan layanan transportasi bagi jemaah haji Indonesia, khususnya pada fase perpindahan dari Makkah ke Madinah, berjalan optimal dengan dukungan armada bus berstandar tinggi.

Kepala Seksi Transportasi PPIH 2026 Daker Madinah, Muslih, menjelaskan bahwa seluruh pergerakan jemaah dari Makkah menuju Madinah akan melalui Terminal Hijrah, yang berfungsi sebagai titik transit sekaligus checkpoint sebelum jemaah memasuki wilayah Madinah.

“Terminal hijrah, yaitu terminal tempat transit ketika jemaah nanti datang dari Makkah menuju Madinah. Di sinilah pusat pool bus-bus yang akan melayani jemaah dari kota Madinah atau dari Makkah yang akan menuju masuk Madinah,” tutur Muslih kepada awak media, Jumat (25/4/2026).

Baca Juga: Kabar Duka: Jemaah Haji Asal Tegal Wafat di Madinah, Dimakamkan di Baqi

Ia memaparkan, pemerintah Indonesia telah mengontrak sebanyak 15 perusahaan otobus untuk melayani transportasi jemaah, baik untuk perjalanan antarkota maupun kebutuhan selama di Arab Saudi.

Dari sisi armada standar diperketat, yakni usia bus tidak boleh lebih dari lima tahun. Dengan demikian, pada musim haji 2026, bus yang digunakan minimal merupakan produksi tahun 2021.

“Kita batasi maksimal lima tahun ke belakang. Bahkan, banyak bus yang digunakan saat ini merupakan tipe terbaru,” jelasnya.

Selain faktor usia kendaraan, peningkatan kualitas layanan juga menjadi perhatian. Bus yang digunakan telah dilengkapi berbagai fasilitas penunjang kenyamanan jemaah, seperti pendingin udara (AC) dengan performa lebih optimal, kursi yang lebih tebal dan empuk, toilet di dalam bus, serta fasilitas pengisian daya di setiap kursi.

"Bahkan ketebalan kursinya lebih empuk," tambahnya.

Meski kapasitas bus bervariasi antara 45 hingga 49 kursi, PPIH membatasi jumlah penumpang maksimal hanya 42 orang per bus guna menjaga kenyamanan selama perjalanan.

Dalam proses perpindahan dari Makkah ke Madinah, jemaah tidak perlu berganti kendaraan. Bus yang digunakan sejak keberangkatan dari Makkah akan tetap digunakan hingga tiba di hotel tujuan di Madinah.

Baca Juga: Terbatas Penglihatan, Tak Terbatas Tekad: Mbah Sarjo Menjemput Panggilan Haji

Setibanya di Terminal Hijrah, bus akan berhenti sekitar 30 menit untuk proses pemeriksaan. Selama proses tersebut, jemaah tetap berada di dalam bus.

“Petugas akan masuk, dokumen dan seterusnya. Dan jemaah enggak turun dari bus. Jadi bus ini tetap akan dipakai sampai hotel di Madinah,” jelas Muslih.

Adapun proses pemindahan jemaah dari Makkah ke Madinah berlangsung pada gelombang kedua, yakni setelah puncak ibadah haji. Proses ini diperkirakan memakan waktu sekitar 12 hari hingga dua minggu.

PPIH berharap dengan sistem transportasi yang terorganisir dan fasilitas yang memadai, jemaah dapat menjalani perjalanan dengan aman dan nyaman, sehingga dapat lebih fokus dalam menjalankan rangkaian ibadah haji.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×