kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.645.000   -15.000   -0,56%
  • USD/IDR 17.878   -57,00   -0,32%
  • IDX 5.844   -51,66   -0,88%
  • KOMPAS100 758   -6,91   -0,90%
  • LQ45 578   -5,80   -0,99%
  • ISSI 202   -0,66   -0,33%
  • IDX30 328   -3,56   -1,08%
  • IDXHIDIV20 403   -4,41   -1,08%
  • IDX80 86   -0,77   -0,89%
  • IDXV30 109   -0,66   -0,60%
  • IDXQ30 106   -1,18   -1,10%

Buruh akan mengepung Bandung pada 5 Desember


Kamis, 27 November 2014 / 08:51 WIB
ILUSTRASI. Nanas, buah yang bermanfaat menurunkan tekanan darah tinggi dan kolesterol jahat.


Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Buruh menyatakan akan melakukan aksi besar-besaran dengan mogok nasional pada10-11 Desember 2014. Sebagai pemanasan, mereka akan mengepung Kota Bandung pada 5 Desember mendatang.

"Tetap mogok nasional. Yang kita kritisi adalah kebijakan, bukan hanya sekadar rekomendasi," kata Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal, kepada Kompas.com, Kamis (27/11/2014).

Iqbal mengatakan, pemanasan dilakukan di Bandung karena Jawa Barat merupakan provinsi yang paling luas wilayahnya juga banyak buruh.
Terkait hasil pertemuan dengan Komisi IX DPR RI pada Rabu kemarin, kata Iqbal, anggota dewan juga menolak kenaikan harga BBM. Selain itu, DPR juga menjanjikan akan memanggil Dewan Pengupahan di wilayah Bekasi (Jawa Barat) dan DKI Jakarta untuk mengetahui besaran Komponen Hidup Layak (KHL).

Terkait sikap represif kepolisian terhadap buruh yang melakukan aksi penolakan harga BBM, dia menyerahkan kepada DPR. Hanya saja, dia meminta Kapolri Jenderal Sutarman untuk menginstruksikan jajarannya agar tidak represif kepada buruh yang menolak kenaikan harga BBM. (Adysta Pravitra Restu)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×