kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.592.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.918   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.094   62,48   1,04%
  • KOMPAS100 785   10,40   1,34%
  • LQ45 602   8,03   1,35%
  • ISSI 213   1,61   0,76%
  • IDX30 334   4,21   1,27%
  • IDXHIDIV20 427   4,86   1,15%
  • IDX80 90   1,14   1,28%
  • IDXV30 117   0,96   0,83%
  • IDXQ30 109   1,31   1,21%

Bulog Waspadai India hingga Vietnam yang Tahan Ekspor Beras saat El Nino


Minggu, 11 Oktober 2026 / 14:38 WIB
Bulog Waspadai India hingga Vietnam yang Tahan Ekspor Beras saat El Nino
ILUSTRASI. Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani (KONTAN/Hervin Jumar)


Reporter: Hervin Jumar | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perum Bulog mewaspadai risiko pasokan beras global di tengah ancaman El Nino dan musim paceklik. Sejumlah negara eksportir beras seperti India, Vietnam, dan Thailand juga menghadapi risiko serupa sehingga berpotensi memprioritaskan pemenuhan kebutuhan pangan domestik.

Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengatakan kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan pemerintah untuk mempercepat penyerapan beras dalam negeri. 

Rizal menjelaskan dengan memperkuat stok sejak awal, Bulog berharap kebutuhan pangan masyarakat tetap terpenuhi ketika produksi beras menghadapi tekanan.

“Orang luar negeri sekarang seperti India, Vietnam, Thailand itu juga menghadapi El Nino dan paceklik juga. Mereka tidak akan menjual berasnya kepada siapa pun, karena mereka juga mau mengisi untuk kepentingan rakyatnya masing-masing, negaranya masing-masing,” ujar Rizal dalam konferensi pers di kantornya, Jumat (9/10/2026).

Baca Juga: DPR dan Bulog Cek Pasokan Beras di Cipinang, Stok Masih Memadai

Rizal menyebut, stok beras Bulog mencapai 4,5 juta ton per 9 Oktober 2026. Sementara itu, realisasi penyerapan beras Bulog telah mencapai 4,11 juta ton.

Menurutnya, pengadaan dalam jumlah besar merupakan langkah antisipasi atas potensi El Nino dan musim paceklik yang diperkirakan memengaruhi ketersediaan beras. Stok tersebut juga disiapkan untuk mendukung penyaluran bantuan pangan kepada masyarakat berpendapatan rendah.

Bulog mencatat, program bantuan pangan pada 2026 dijadwalkan berlangsung pada Februari–Maret, Juli–September, serta Oktober–Desember. Dengan rangkaian penyaluran tersebut, bantuan pangan direncanakan menjangkau masyarakat selama delapan bulan sepanjang tahun ini.

Rizal menegaskan, stok beras yang dikuasai Bulog disiapkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, terutama kelompok yang berada pada desil 1 hingga 4. 

Oleh karena itu, menurut Rizal, penyerapan lebih awal diperlukan agar pemerintah memiliki cadangan yang cukup saat pasokan menghadapi tekanan.

“Bersyukurlah sekarang Bulog punya stok banyak sebagai langkah antisipasi menghadapi El Nino dan musim paceklik ini,” kata Rizal.

Baca Juga: Bantah Borong Gabah Petani, Bulog: Kami Beli yang Tersisa

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×