kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.639.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 17.676   -107,00   -0,60%
  • IDX 6.668   72,11   1,09%
  • KOMPAS100 872   13,18   1,53%
  • LQ45 663   10,90   1,67%
  • ISSI 232   2,15   0,94%
  • IDX30 371   5,78   1,58%
  • IDXHIDIV20 459   8,65   1,92%
  • IDX80 100   1,57   1,60%
  • IDXV30 127   2,77   2,24%
  • IDXQ30 119   2,33   2,00%

Bulog perlu suntikan modal jadi operator pangan


Kamis, 04 Juni 2015 / 09:57 WIB
ILUSTRASI. Nasabah melakukan transaksi di kantor cabang Bank Muamalat Jakarta, Rabu (1/11/2023).


Reporter: Asep Munazat Zatnika | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Direktur Utama Perum Bulog Lenny Sugihat mengaku siap menjadi operator pangan lain selain beras. Sebab, tugas itu pernah diemban Bulog di era pemerintah Presiden Soeharto.

Kala itu, menurut Lenny, Bulog berperan mengendalikan pasokan komoditas selain beras, seperti tepung, terigu hingga daging. Namun, jika peran itu harus kembali dijalani, Bulog meminta pemerintah memberikan bantuan.

Salah satunya adalah bantuan modal. "Sebab, penanganan antara satu komoditas dengan komoditas lainnya akan berbeda," ujar Lenny, Rabu (3/5) di Istana Negara, Jakarta.

Misalnya jika harus berperan dalam pengendalian daging, Bulog harus memiliki gudang penyimpanan dengan spesifikasi khusus. "Tentu untuk itu perlu investasi," kata Lenny.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menyampaikan ingin mengembangkan Bulog sehingga memiliki peran penting dalam pengendalian harga komoditas. 
Ini merupakan salah satu langkah pemerintah untuk bisa melawan praktik permainan harga yang dilakukan oleh spekulan. Namun Jokowi belum menjelaskan kapan rencana ini akan terealisasi, dan komoditas apa saja yang akan ditangani Bulog.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×