kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.668.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.822   -47,00   -0,26%
  • IDX 6.177   4,80   0,08%
  • KOMPAS100 808   -9,54   -1,17%
  • LQ45 609   -7,52   -1,22%
  • ISSI 213   1,66   0,79%
  • IDX30 345   -4,23   -1,21%
  • IDXHIDIV20 421   -5,17   -1,21%
  • IDX80 92   -1,32   -1,42%
  • IDXV30 113   -1,72   -1,50%
  • IDXQ30 110   -1,54   -1,38%

Bulog Diminta Lakukan Pengadaan Beras Komersial


Senin, 06 April 2015 / 21:09 WIB
ILUSTRASI. Harga Batubara dan CPO Turun, Hexindo Adiperkasa (HEXA) Tetap Optimis Target Penjualan Alat Berat Tercapai di Akhir Tahun. KONTAN/Daniel Prabowo/04/11/2008


Reporter: Asep Munazat Zatnika | Editor: Harris Hadinata

JAKARTA. Realisasi penyerapan beras dari petani hingga bulan Maret 2015 masih rendah. Padahal, awal April ini petani sudah mulai memasuki masa panen raya.

Menteri Koordintaor Bidang Perekonomian Sofyan Djalil mengakui penyerapan beras dari petani masih rendah, yaitu baru sekitar ratusan ribu ton saja. Padahal target beras yang harus diserap mencapai 2,7 juta ton.

Target tersebut sejatinya sudah dianggap terlalu kecil oleh presiden Joko Widodo. Presiden yang ngetop dipanggil Jokowi ini meminta Bulog menyerap hingga 4,5 juta ton.

Oleh karenanya, pemerintah akan mempersilahkan Bulog melakukan pengadaan komersial. Jadi, Bulog akan menggunakan dana dari hasil pinjaman komersial dalam membeli gabah kering dari petani. "Pengadaan gabah kering komersial akan memakai dana pinjaman komersial Bulog," ujar Sofyan, Senin (6/4) di Istana Negara, Jakarta.

Terkait hal tersebut Bulog dan Kementerian BUMN harus mengupayakan mencari dana tersebut. Sofyan tidak menjelaskan, berapa kebutuhan dana untuk memenuhi pengadaan gabah kering komersial tersebut. Yang jelas, Bulog harus melakukan pengadaannya hingga 1,3 juta ton.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight promo optimal Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×