CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.012,04   -6,29   -0.62%
  • EMAS990.000 0,00%
  • RD.SAHAM -0.27%
  • RD.CAMPURAN 0.00%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.09%

BPS: Semua daerah bisa tumbuh positif, hanya Bali dan Nusa Tenggara yang negatif


Jumat, 05 November 2021 / 11:27 WIB
BPS: Semua daerah bisa tumbuh positif, hanya Bali dan Nusa Tenggara yang negatif
ILUSTRASI. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Margo Yuwono.


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Seperti kita ketahui, ada peningkatan kasus harian Covid-19 yang signifikan pada awal kuartal III-2021. Ini salah satunya didorong oleh merebaknya varian Delta yang lebih mudah menular.

Untuk memutus mata rantai penularan kasus Covid-19, pemerintah pun akhirnya menjalankan pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat dan dilanjutkan dengan PPKM Level 3-4. Tak hanya membatasi mobilitas, ini juga menyendat proses pemulihan ekonomi.

Namun, di tengah gonjang-ganjing akibat meroketnya kasus harian Covid-19, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III-2021 masih bisa tumbuh positif.

Baca Juga: Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III-2021 masih didominasi oleh Pulau Jawa

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, perekonomian periode Juli 2021 hingga September 2021 tumbuh 3,51% yoy. Meski memang, ini jauh lebih rendah dari pertumbuhan ekonomi kuartal II-2021 yang pada waktu itu melesat 7,07% yoy.

Kepala BPS Margo Yuwono mengatakan, pertumbuhan positif ini tak terjadi di seluruh pulau besar di Indonesia. Pasalnya, kelompok provinsi d Bali dan Nusa Tenggara mencatatkan pertumbuhan negatif 0,09% yoy dengan kontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 2,75%.

“Pada kuartal II-2021, kelompok Provinsi Bali dan Nusa Tenggara berhasil tumbuh 3,70% yoy dengan sumbangan pada pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 2,85%,” ujarnya, Jumat (5/11).

Sementara kelompok provinsi lainnya, meski mengalami pertumbuhan positif tetapi perlambatan dari kuartal sebelumnya, kecuali kelompok provinsi di Maluku dan Papua.

Pulau Jawa yang tumbuh 3,03% yoy pada kuartal III-2021, atau melambat dair pertumbuhan pada kuartal II-2021 yang sebesar 7,88% yoy. Meski begitu, Pulau Jawa memberikan sumbangan lebih dari separuh pada pertumbuhan ekonomi domestik, tepatnya 57,55%.

Kelompok provinsi di Pulau Sumatera tercatat tumbuh 3,78% yoy, atau melambat dari pertumbuhan pada kuartal II-2021 yang sebesar 5,27% yoy. Pulau Sumatera ini memberi kontribusi pertumbuhan sebesar 21,95%.

Baca Juga: Meleset dari target, ekonomi Indonesia cuma tumbuh 3,5% di kuartal III-2021

Sementara itu, kelompok provinsi di Kalimantan mencatat pertumbuhan 4,53% yoy, atau melambat dari kuartal II-2021 yang sebesar 6,28% yoy. Meski begitu, Kalimantan memberi  kontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8,32%.

Kelompok provinsi di Pulau Sulawesi tercatat tumbuh 4,58% yoy, atau lebih rendah dari kuartal II-2021 yang sebesar 8,51% yoy. Ini memberi kontribusi 6,98% pada pertumbuhan ekonomi domestik.

Nah, kelompok provinsi di di Maluku serta Papua mencatat pertumbuhan 9,15% yoy, atau naik dari pertumbuhan kuartal II-2021 yang sebesar 8,75% yoy. Kelompok provinsi ini memberikan sumbangan 2,45% pada pertumbuhan ekonomi domestik.

Selanjutnya: Cadangan devisa Indonesia bulan Oktober 2021 turun jadi US$ 145,5 miliar

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU
Kontan Academy
Data Analysis with Excel Pivot Table Supply Chain Management on Distribution Planning (SCMDP)

[X]
×