kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

BPS Sebut Penduduk Miskin Terbesar Berasal dari Sektor Pertanian


Sabtu, 23 November 2024 / 04:15 WIB
BPS Sebut Penduduk Miskin Terbesar Berasal dari Sektor Pertanian
ILUSTRASI. Warga beraktivitas di perumahan padat penduduk di bantaran anak kali krukut, Tanah Abang, Jakarta, Kamis (4/7/2024). KONTAN/Cheppy A. Muchlis/04/07/2024


Reporter: Whiwid Anjani | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Pusat Statiska (BPS), Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan warga miskin mayoritas penduduk miskin di Indonesia berasal dari sektor pertanian.

Hal ini disampaikan Amalia setelah menghadiri rapat koordinasi bersama Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin), Kementerian Sosial (Kemensos), perwakilan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Kementerian Koperasi.

Amalia mengatakan, ada beberapa data yang bisa digunakan untuk pengentasan kemiskinan, terdapat data kemiskinan makro dan data kemiskinan mikro yang akan diintegrasi sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto untuk menjadi data tunggal.

“Kami menyampaikan dari berbagai data yang kami miliki ada beberapa hal yang bisa menjadi pencermatan. Pertama adalah bahwa orang miskin itu mayoritas berada di sektor pertanian,” kata Amalia dalam konferensi pers Penyelarasan Kebijakan Pengentasan Kemiskinan, Jumat (22/11).

Baca Juga: 3 Bansos Bakal Cair, Cara Cek Apakah Anda Penerima Bansos November 2024 Lewat NIK KTP

Menurut data yang dirilis BPS, persentase penduduk miskin yang bekerja di sektor pertanian mencapai 47,94% dari total penduduk miskin.

Menurut dia, sebelum menargetkan orang miskin yang akan diberikan bantuan, perlu untuk mencermati karakteristiknya terlebih dahulu. 

“Kalau karakteristik orang miskin yang itu nanti adalah orang usia kerja dan kemudian karena ketidakmampuannya untuk tidak bisa bekerja sehingga miskin, maka nanti diarahkan bagaimana dia bisa bekerja,” ujarnya.

Lebih lanjut, jika karakteristik orang miskin yang memang sudah tidak bisa bekerja karena sudah tua, maka artinya pengentasan kemiskinan tersebut akan berbentuk lain.

“Artinya, dari berbagai karakteristik, dari sektor mana orang miskin berada itu menjadi salah satu input berharga untuk para menteri dan BP Taskin menyusun program yang lebih tepat sasaran,” pungkas Amalia. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×