Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah penumpang angkutan transportasi mengalami penurunan secara bulanan pada September 2026. Penurunan terjadi pada hampir seluruh moda transportasi, kecuali angkutan kereta yang masih mencatatkan pertumbuhan.
Dalam rincian data paparan BPS, jumlah penumpang angkutan laut domestik pada September 2026 tercatat sebanyak 2,45 juta orang. Jumlah tersebut turun 10,11% secara bulanan (month to month/mtm), tetapi masih tumbuh 2,61% secara tahunan (year on year/yoy).
Penurunan lebih dalam terjadi pada angkutan udara domestik. Jumlah penumpang moda transportasi ini tercatat sebanyak 4,22 juta orang, turun 12,81% mtm dan 12,39% yoy.
Baca Juga: Pemerintah Siapkan Kredit Perempuan Prasejahtera Rp 2,6 Triliun, Ini Skemanya
Sementara itu, jumlah penumpang angkutan udara internasional juga mengalami penurunan 8,99% mtm dan 2,92% yoy.
Berbeda dengan moda transportasi lainnya, angkutan kereta mencatatkan peningkatan jumlah penumpang. Pada September 2026, jumlah penumpang kereta mencapai 48,55 juta orang, naik 0,47% mtm dan 7,83% yoy.
Adapun jumlah penumpang angkutan sungai, danau, dan penyeberangan (ASDP) mengalami penurunan 9,18% mtm. Namun, secara tahunan jumlah penumpangnya masih tumbuh 7,54%.
Ateng mengatakan, secara bulanan jumlah penumpang pada hampir seluruh moda transportasi mengalami penurunan. Namun, jika dibandingkan dengan September 2025, sebagian besar moda transportasi justru mencatatkan peningkatan.
"Hanya moda angkutan udara domestik yang mengalami penurunan sebesar 12,39% dan moda angkutan udara internasional yang mengalami penurunan sebesar 2,92% dibandingkan dengan kondisi September tahun 2025," ujar Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono dalam konferensi pers, Senin (2/11/2026).
Baca Juga: Pengeluaran Turis untuk Mamin Naik, BPS Dorong Anak Muda Buka Peluang Usaha
Di sisi angkutan barang, kinerja transportasi pada September 2026 juga menunjukkan perkembangan yang beragam.
"Angkutan (barang) udara domestik turun 4,05% mtm dan 7,78% yoy. Angkutan kereta turun 4,65% mtm dan 4,61% yoy," ujar Ateng.
Sebaliknya, Ateng menyebut angkutan barang melalui laut domestik mencatatkan pertumbuhan. Volume angkutan laut domestik naik 1,10% mtm dan 10,81% yoy.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














