kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.549.000   34.000   1,35%
  • USD/IDR 16.781   21,00   0,13%
  • IDX 8.934   74,42   0,84%
  • KOMPAS100 1.226   8,17   0,67%
  • LQ45 865   5,28   0,61%
  • ISSI 322   1,78   0,55%
  • IDX30 443   0,30   0,07%
  • IDXHIDIV20 516   -0,09   -0,02%
  • IDX80 136   0,92   0,68%
  • IDXV30 143   1,50   1,06%
  • IDXQ30 142   -0,22   -0,16%

BPS perkirakan inflasi 2011 sebesar 4,15%


Kamis, 01 Desember 2011 / 11:22 WIB
BPS perkirakan inflasi 2011 sebesar 4,15%
ILUSTRASI. 6 Fakta menarik Jack Ma, pendiri Alibaba yang dikabarkan hilang selama 2 bulan. REUTERS/Yuya Shino/File Picture


Reporter: Narita Indrastiti | Editor: Edy Can

JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) memperkirakan, inflasi 2011 tidak akan melebihi dari 4,15%. Dengan catatan, angka inflasi pada Desember mendatang sama dengan tahun lalu yang sebesar 0,92%.

Sebelumnya, pada analis memperkirakan inflasi Desember 2011 akan sedikit lebih tinggi dari November. Hal ini berkaitan dengan liburan akhir tahun dan perayaan hari Natal.

Laju inflasi November 2011 sendiri sebesar 0,34%. Deputi Statistik bidang Distribusi dan Jasa BPS Djamal mengatakan, penyumbang inflasi terbesar pada November lalu adalah emas sebesar 0,1%. "Kalau pada Oktober lalu emas menyumbang deflasi, sekarang emas menyumbang inflasi," katanya, Kamis (1/12).

Penyumbang inflasi lainnya adalah cabe merah yang menyumbang inflasi 0,09%, beras 0,06%, dan telur ayam 0,03%. "Ada kenaikan harga cabe merah karena musim hujan," ujar dia.

Sementara itu andil inflasi dari bahan makanan sebesar 0,12%, makanan jadi 0,03%, perumahan 0,05%, sandang 0,11%, kesehatan 0,01%, kelompok pendidikan 0,00%, dan transportasi komunikasi sebesar 0,02%. Sementara komponen yang menyumbang deflasi adalah ikan segar sebesar -0,05%.

Dengan demikian, laju inflasi tahun kalender sebesar 3,20%. Sementara inflasi year on year tercatat 4,15%, inflasi komponen inti November 0,31% dan inflasi inti year on year sebesar 4,44%. Djamal menerangkan, inflasi komponen inti cukup tinggi karena ada kenaikan harga barang dan jasa, emas, sewa rumah, dan bahan bakar.

Dari 66 kota, terdapat 50 kota yang mengalami inflasi dan 16 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Mataram sebesar 1,25%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mitigasi, Tips, dan Kertas Kerja SPT Tahunan PPh Coretax Orang Pribadi dan Badan Supply Chain Management on Practical Inventory Management (SCMPIM)

[X]
×