kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.956.000   -17.000   -0,57%
  • USD/IDR 16.845   66,00   0,39%
  • IDX 8.104   -42,84   -0,53%
  • KOMPAS100 1.140   -5,81   -0,51%
  • LQ45 829   -3,44   -0,41%
  • ISSI 285   -2,28   -0,79%
  • IDX30 433   -0,67   -0,15%
  • IDXHIDIV20 521   1,04   0,20%
  • IDX80 127   -0,56   -0,44%
  • IDXV30 142   0,14   0,10%
  • IDXQ30 140   0,20   0,14%

BPS: Gini Ratio Turun pada September 2025, Ketimpangan Perkotaan Masih Lebih Tinggi


Kamis, 05 Februari 2026 / 15:20 WIB
BPS: Gini Ratio Turun pada September 2025, Ketimpangan Perkotaan Masih Lebih Tinggi
ILUSTRASI. Kawasan Bisnis Jakarta (KONTAN/Carolus Agus Waluyo) BPS mencatat tingkat ketimpangan pengeluaran masyarakat di wilayah perkotaan masih lebih tinggi dibandingkan pedesaan pada September 2025


Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat ketimpangan pengeluaran masyarakat di wilayah perkotaan masih lebih tinggi dibandingkan pedesaan pada September 2025, meskipun secara nasional ketimpangan menunjukkan tren penurunan. Hal ini tercermin dari nilai Gini Ratio nasional.

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menyampaikan, nilai Gini Ratio nasional pada September 2025 berada di level 0,363 atau turun 0,012 poin dibandingkan Maret 2025 yang sebesar 0,375.

Gini Ratio merupakan indikator untuk mengukur tingkat ketimpangan dengan rentang nilai antara 0 hingga 1, di mana semakin tinggi angkanya menunjukkan ketimpangan yang semakin besar.

Baca Juga: Danantara Wajibkan Sinergi Antar BUMN, Pengamat: Ini Bertentangan dengan UU

“Pada September 2025, ketimpangan pengeluaran yang diukur melalui Gini Ratio tercatat sebesar 0,363 atau turun 0,012 poin dibandingkan Maret 2025,” ujar winny dalam konfrensi pers, Kamis (5/2/2026).

Meski demikian, ketimpangan di wilayah perkotaan tercatat masih lebih tinggi dibandingkan pedesaan. BPS mencatat Gini Ratio di perkotaan mencapai 0,383 pada September 2025, meski turun 0,012 poin dibandingkan periode sebelumnya. Sementara itu, ketimpangan di pedesaan berada di level 0,295 atau menurun 0,004 poin dari Maret 2025.

Secara keseluruhan, profil kemiskinan dan ketimpangan Indonesia pada September 2025 menunjukkan perbaikan. Tingkat kemiskinan nasional tercatat sebesar 8,25% dengan jumlah penduduk miskin mencapai 23,36 juta orang.

Jika dirinci, tingkat kemiskinan di pedesaan masih lebih tinggi yakni sebesar 10,72%, dibandingkan wilayah perkotaan yang berada di level 6,60%. Meski demikian, ketimpangan pendapatan di perkotaan tetap menjadi perhatian karena kesenjangan antar kelompok masyarakat lebih besar dibandingkan di pedesaan.

Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi Diproyeksi Tumbuh Lebih Tinggi di Tahun 2026, Ini Faktornya

Selanjutnya: Dirut Buka Suara Usai Danantara Wajibkan BUMN Perkapalan Belanja di PT PAL

Menarik Dibaca: Tanda WhatsApp Diblokir Pengguna Lain: Jangan Kaget Jika Panggilan Anda Gagal

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×