kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.868.000   -20.000   -0,69%
  • USD/IDR 17.206   48,00   0,28%
  • IDX 7.637   15,50   0,20%
  • KOMPAS100 1.056   3,79   0,36%
  • LQ45 759   1,39   0,18%
  • ISSI 277   0,91   0,33%
  • IDX30 404   0,85   0,21%
  • IDXHIDIV20 491   2,42   0,50%
  • IDX80 118   0,40   0,34%
  • IDXV30 140   1,19   0,86%
  • IDXQ30 129   0,39   0,30%

BPS catat inflasi April 2020 sebesar 0,08%, begini tanggapan ekonom


Senin, 04 Mei 2020 / 17:49 WIB
ILUSTRASI. Penjualan sayur-mayur di pasar tradisional, Tangerang Selatan, Minggu (26/4/2020). Menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK) hingga 13 April 2020, jumlah debitur yang disetujui untuk dilakukan restrukturisasi oleh perusahaan pembiayaan adalah sebanyak 65.363 d


Reporter: Bidara Pink | Editor: Noverius Laoli

Risiko yang dimaksud adalah adanya potensi distorsi pasokan makanan karena langkah yang diambil oleh pemerintah untuk menahan penyebaran Covid-19 yang lebih masif, yaitu dengan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Namun, risiko ini rupanya terhambat dengan kondisi global seperti jatuhnya harga komoditas energi.

Baca Juga: BPS catat inflasi April sebesar 0,08%

Lebih lanjut, Wisnu yakin bahwa kondisi inflasi ini bukan menjadi faktor penghambat Bank Indonesia (BI) dalam melancarkan kebijakan. Menurutnya, bank sentral masih akan terus berjalan sambil menggelontorkan kebijakan yang akomodatif.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×