Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tren harga beras di tingkat penggilingan, grosir, dan eceran masih mengalami kenaikan pada Oktober 2026, baik secara bulanan maupun tahunan.
Sebagai informasi, rata-rata harga beras pada Oktober 2026 tercatat sebesar Rp 14.365 per kg di tingkat penggilingan, Rp 14.994 per kg di tingkat grosir, dan Rp 15.765 per kg di tingkat eceran.
Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan rata-rata harga beras pada Januari 2026. Saat itu, harga beras di tingkat penggilingan tercatat sebesar Rp 13.588 per kg, di tingkat grosir Rp 14.218 per kg, dan di tingkat eceran Rp 15.013 per kg.
Baca Juga: BPS Catat Nilai Tukar Petani Naik 1,13% Jadi 132,60 Pada Oktober 2026
Lebih rinci dalam paparan data oleh Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono, rata-rata harga beras di tingkat penggilingan pada Oktober 2026 tercatat sebesar Rp 14.365 per kilogram (kg) naik 0,26% secara bulanan atau month to month (mtm) dan naik 6,89% secara tahunan (year on year/yoy).
"Rata-rata harga beras di penggilingan pada bulan Oktober tahun 2026 secara total naik 0,26% secara month to month dan naik sebesar 6,89% secara year on year," ujar Ateng dalam konferensi pers BPS, Senin (2/11/2026).
Sementara itu, rata-rata harga beras di tingkat grosir tercatat sebesar Rp 14.994 per kg, naik 0,01% mtm dan naik 5,13% yoy.
Pada tingkat eceran, rata-rata harga beras tercatat sebesar Rp 15.765 per kg, naik 0,08% mtm, dan naik 4,10% yoy.
Jika dirinci berdasarkan kualitasnya, harga beras premium di tingkat penggilingan naik 0,01% secara bulanan dan melonjak 11,32% secara tahunan. Sementara itu, harga beras medium mengalami kenaikan lebih tinggi secara bulanan, yakni 0,35%. Namun, secara tahunan kenaikannya tercatat sebesar 5,57%.
"Harga beras yang kami sampaikan merupakan harga rata-rata beras yang mencakup berbagai jenis kualitas dan juga mencakup seluruh wilayah di Indonesia," ujarnya.
Dengan demikian, data BPS tersebut menunjukkan kenaikan harga beras secara tahunan di tingkat penggilingan lebih tinggi dibandingkan dengan tingkat grosir maupun eceran. Kondisi ini mengindikasikan tekanan kenaikan harga masih cukup besar di tingkat hulu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














