kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45895,84   4,26   0.48%
  • EMAS1.325.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

BPKH Tengah Jajaki Investasi Akomodasi di Arab Saudi


Jumat, 17 Februari 2023 / 22:15 WIB
BPKH Tengah Jajaki Investasi Akomodasi di Arab Saudi


Reporter: Vendy Yhulia Susanto | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) saat ini tengah menjajaki investasi untuk mendukung ekosistem haji di Arab Saudi. Anggota BPKH, Amri Yusuf mengungkapkan, untuk berinvestasi di Arab Saudi tidaklah mudah. Karena adanya tantangan, seperti yang terkait dengan regulasi, budaya dan keharusan menggandeng mitra lokal.

Ia mengatakan, rencananya investasi akan dilakukan dengan menggandeng syarikah penyelenggara haji di Arab Saudi.

Amri mengatakan, kelompok kerja (pokja) BPKH tengah bekerja untuk melakukan penjajakan investasi tersebut. BPKH akan mendirikan anak perusahaan untuk mendukung operasional jemaah haji Indonesia.

Nantinya, anak perusahaan ini bekerja mencari hotel hotel yang bisa dikontrak dalam jangka panjang untuk digunakan bagi kepentingan jemaah haji Indonesia.

Baca Juga: BPKH Usul Formulasi BPIH yang Berkeadilan dan Berkelanjutan

"Dan kita sedang merintis ke arah sana dan mudah mudahan kita bisa segera eksekusi dalam waktu yang tidak terlalu lama," ujar Amri di Kantor Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jumat (17/2).

Amri menyebut, investasi pada akomodasi perhotelan akan membantu membangun value chain ekosistem haji. Nantinya, dampak yang ditimbulkan adalah untuk mengefisiensikan biaya operasional akomodasi haji di Arab Saudi.

"Itu kita lihat nanti, kalau sekarang kan kita sewa hotel per orang kita bebankan 4.000 riyal. Kalau nanti kita punya sendiri mungkin nggak segitu harganya bisa 2.000 riyal, bisa 3.000 riyal, kan efisien itu. Karena toh dananya dari kita juga," jelas Amri.

Amri mengatakan, pada tahap awal BPKH berupaya agar investasi akomodasi perhotelan dengan skema periode 5 tahunan. Bahkan akan diupayakan untuk berinvestasi dalam jangka panjang menyesuaikan regulasi yang ada di Arab Saudi.

"Iya, Arab kan masih dia bolehnya 30 tahun dan syaratnya harus ada mitra lokal, kalau pengalaman di Arab Saudi kalau kita konflik dengan mitra lokal, itu mitra lokal selalu menang, jadi nggak mudah, mohon doanya saja ya," kata Amri.

Baca Juga: Pemerintah-DPR Optimistis Semua Jemaah Mampu Bayar Setoran Lunas Biaya Haji 2023

Sebelumnya, Kepala BPKH Fadlul Imansyah mengatakan, pihaknya akan membuat entitas di Arab Saudi yang semacam investment holding company. Nantinya, entitas tersebut yang akan berinvestasi di ekosistem perhajian di Arab Saudi.

"Tidak hanya akomodasi saja, tapi nanti juga katering, transportasi, bahkan sistem pembayaran, airlines," ujar Fadlul dalam diskusi di DPP PKB, Jumat (10/7).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×