kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.759.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 18.077   77,00   0,43%
  • IDX 5.840   -101,28   -1,70%
  • KOMPAS100 772   -13,86   -1,76%
  • LQ45 581   -8,07   -1,37%
  • ISSI 203   -2,64   -1,28%
  • IDX30 329   -5,24   -1,57%
  • IDXHIDIV20 407   -5,51   -1,34%
  • IDX80 87   -1,44   -1,63%
  • IDXV30 111   -2,14   -1,88%
  • IDXQ30 106   -1,74   -1,61%

BPJS Kesehatan akan tutup defisit dengan skema SCF


Senin, 29 Juli 2019 / 17:07 WIB


Reporter: Abdul Basith | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan menyiapkan skema supply chain financing (SCF).

Hal itu untuk menutup defisit yang terjadi di kas BPJS Kesehatan saat ini. Skema SCF digunakan untuk menutup keterlambatan bayar kepada rumah sakit.

"Keterlambatan bayar ditutup dulu dengan mekanisme SCF," ujar Direktur Utama BPJS Kesehatan Fahmi Idris di Kompleks Istana Kepresidenan, Senin (29/7).

SCF akan membuat rumah sakit dapat terus melayani. Hal itu akan menjaga arus kas yang terdapat di rumah sakit tersebut.

Berkaitan dengan defisit, angka defisit BPJS Kesehatan terus berjalan. Meski begitu, Fahmi mengatakan belum ada keputusan untuk menaikkan iuran.

"Belum, makanya kita akan bahas lagi rapat tingkat menteri," terang Fahmi.

Fahmi juga melaporkan kepada Presiden Joko Widodo terkait adanya ketidaksesuaian pendapatan dengan belanja. BPJS Kesehatan akan melakukan pembenahan sistem menyeluruh.

Seluruh aspek dari sistem BPJS akan dievaluasi. Seperti aspek kepesertaan yang selama ini masih menimbulkan masalah di BPJS Kesehatan.













 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×