kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

BP Migas: Lifting minyak sulit menembus target APBN-P 2011


Minggu, 21 Agustus 2011 / 14:12 WIB
ILUSTRASI. Presiden Donald Trump memimpin atas pesaingnya dari Partai Demokrat Joe Biden di medan pertempuran penting Florida.


Reporter: Petrus Dabu | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. Target produksi minyak (lifting) dalam asumsi APBN Perubahan 2011 sebesar 945.000 barel per hari kemungkinan besar sulit terealisasi pada akhir tahun ini.

"Selalu target dan fakta di dalam industri migas sulit untuk dicapai. Kadang-kadang bisa turun kadang-kadang bisa lebih. Kebanyakan kurang karena yang kita keluarkan dari alam yang bebatuannya berpori susah diatur," ujar Deputi Operasi BP Migas Rudi Rubiandini kepada wartawan, akhir pekan lalu.

Selain karena alasan teknis, menurut Rudi, juga ada faktor eksternal seperti adanya masalah cuaca. Selain juga masalah faktor eksternal lainnya seperti pembebasan lahan yang terganggu, masalah perizinan terutama pengadaan barang.

Dia bilang, gangguan tersebut berdampak pada berkurangnya produksi dari satu lapangan. Dengan termundurnya satu atau dua bulan, tiga bulan saja, akan mengurangi produksi. Pasalnya, produksi yang tanpa usaha tambahan tadi sudah pasti turun 12%. "Jadi setiap tahun itu sudah pasti turun 12%. "Nah sekarang bisa turun hanya 4% artinya ada usaha perbaikan 8%," tuturnya. Perbaikan sebetulnya terjadi untuk mengurangi penurunan yang terlalu cepat.

Rudi bilang, sebetulnya produksi minyak pada semester pertama tahun ini sudah menunjukan tren peningkatan dibandingkan pada semester pertama 2010. Pada Jumat akhir pekan lalu, produksi mencapai 920.000 barel per hari. Bahkan, hari sebelumnya sempat menembus 922.000 barel per hari. "Meski demikian, target 945.000 per hari pada akhir tahun tetap sulit tercapai," tukasnya.

Ini juga seiring angka produksi yang bahkan pernah berada di bawah 900.000 barel per hari pada semester pertama. Karena itu, kata Rudi, pada akhir tahun diperkirakan produksi mencapai kira-kira 930.000 barel, maksimum 940.000 di bulan November, kemudian akan turun di bulan Desember, dan mudah-mudahan bisa dijaga di 930.000 untuk tahun depan.

Kepala Divisi Humas, Sekuriti, dan Formalitas BP Migas Gde Pradnyana mengatakan, semester I lalu rata-rata produksi minyak mencapai 904.000 barel per hari. Pada Juli sudah mulai naik menjadi 910.00 barel per hari. Menurutnya, agar target produksi 945.000 barel per hari dalam asumsi APBN-P 2011 bisa tercapai, maka produksi Agustus sampai Desember harus bisa menembus 970.000 - 980.000 barel per hari. "Bila tidak target 945.000 barel tidak tercapai," ujarnya.

Vice Presiden Coorporate Communication Pertamina M. Harun menyebut, semester kedua ini produksi minyak Pertamina akan meningkat dibandingkan semester I. Saat ini, katanya, realisasi produksi minyak Pertamina mencapai 190,4 ribu barel per hari atau 95% dari target sebesar 199.000 barel per hari. Kami berharap nanti upaya yang kita lakukan di semester 1 bisa meningkatkan pencapaian produksi di semester II," sebutnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×